RELAWAN KPPK, KORLASOGI, TEKOS SOSIAL, DAN ADVOKAT ATIK KRISTIANA PEDULI KEMANUSIAAN

SITUBONDO, teropongreformasi.com – Dalam rangka meringankan beban masyarakat dan menyambut peristiwa besar keagamaan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan 1442 H, relawan KPPK (Komunitas Perempuan Peduli Kemanusiaan) bekerja sama dengan relawan Korlasogi (Komunitas Relawan Laok Songai Berbagi) dengan melibatkan Bupati Facebook Tekos Sosial, dan Advokat Atik Kristina kembali berkolaborasi bareng menggelar aksi bakti sosialnya dengan menyantuni anak-anak disabilitas serta memberikan bantuan kepada lansia yang mengalami gangguan kesehatan. Senin (3/5/21)

Kali ini, giat kedermawanan itu dilaksanakan menyasar di tiga desa di kabupaten Situbondo. Yakni desa Mlandingan kecamatan Mlandingan, desa Sumber Anyar kecamatan Mlandingan, dan desa Peleyan kecamatan Panarukan, dengan memberikan paket pendistribusian wujud sembako, biskuit, pakaian, pampers, boneka dan jarik (samper/sewek) kepada mereka yang memerlukan uluran tangan.

Simpatisan relawan Korlasogi, Muhammad Asro mengatakan, “Kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata komunitas kami berkolaborasi dengan cara memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang memerlukan perhatian bahkan perawatan sehari-hari.

Ia melanjutkan, “Dimana hal itu merupakan perwujudan sikap kepedulian bersama untuk saling berbagi dengan masyarakat Situbondo. Event acara ini berlangsung dengan menyalurkan sejumlah santunan secara tepat sasaran kepada penerima bantuan dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus kami lakukan secara kontinyu sepanjang masa.” Tutup nya kepada media.

Hal senada juga diungkapkan relawan KPPK, “Kegiatan ini kami lakukan tiap satu bulan sekali mas. Untuk yang kali ini kami membagikannya kepada warga di tiga desa tersebut dengan sasaran yang kami bagi adalah lansia yang memerlukan perawatan dan anak-anak penyandang disabilitas. Semoga apa yang kami berikan, dapat bermanfaat bagi penerimanya apalagi disaat situasi pandemi seperti ini.” Jelasnya.

Dimulai dari aksi kepedulian sosial dalam kondisi Pandemi covid-19 seperti ini, para pegiat masih memikirkan cara untuk saling peduli dan berbagi.

Diharapkan mereka bisa menjadi contoh nyata bagi masyarakat Situbondo yang lain, agar mampu meningkatkan rasa cinta kasih kepada warga yang membutuhkan.

Supaya nilai-nilai kemanusiaan serta niat mulia itu tidak semakin tergeser dan memudar, tergerus sifat egoisme oleh perubahan di dalam perkembangan zaman.ujarnya (sup)

(Visited 187 times, 187 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *