Bau Menyengat Limbah Tambak Yang Menerjang Lingkungan Warga, Terindikasi Menjadi Penyebab Salah Seorang Warga Peleyan Panarukan Terbaring Sakit di Rumahnya

SITUBONDO, teropongreformasi.comAlam dan manusia sudah selayaknya berjalan beriringan. Manusia membutuhkan jasa alam dalam menyediakan sumber daya sebagai sumber kehidupan. Tetapi yang terjadi saat ini, keseimbangan alam telah bergeser karena jenuh oleh hasil samping aktivitas manusia. Dalam hal ini aktivitas budidaya, hasil samping (limbah) belum mendapat perhatian yang cukup dari dari kebanyakan petambak di Indonesia umumnya dan di Desa Pelayan Kecamatan Panarukan Situbondo khususnya.

Ketika awak media ini melakukan investigasi adalah Pak Asnawi, Pria yang sudah tua renta tersebut setiap saat rumahnya ada bau menyengat beliau merasakan ada sesuatu yang kontradiksi dengan tubuhnya, awalnya ketika pihak tambak memanen dan membuang limbahnya yang seharusnya dibuang ke tempat yang sudah di tentukan, namun Pihak petambak sendiri seakan tutup mata tiada peduli terhadap air limbah tersebut yang masuk ke lingkungan pekarangan dan terus meluap, air limbah menggenang beberapa hari dan menimbulkan bau tidak sedap, sehingga setiap hari Bapak Santawi ditemani racun limbah tambak dan setiap kali mencium bau tidak sedap tersebut, pria yang sudah tua renta ini selalu mual-mual terus muntah-muntah dan sampai saat ini terbaring sakit di rumahnya.

Belum lagi saat ini yang masuk Bulan Penuh Berkah (Bulan Puasa), bukan berkah yang diterima oleh warga sekitar Dusun Deje Gudeng RT. 01 RW. 01 Desa Peleyan Kecamatan Panrukan Situbondo, melainkan bau tak sedap yang seakan menjadi menu sahur dan menu berbuka mereka setiap saat, sehingga dapat dipastikan kekhusukan mereka dalam beribadah pasti terganggu dengan adanya polusi bau hasil dari tambak tersebut.

Tambak milik PT. Royal Vaneme ini terindikasi menjadi sumber polusi lingkungan (bau tidak sedap) dimana ketika tambak tersebut panen, tambak tersebut membuang limbahnya tanpa proses ipal dan meluap ke rumah warga sehingga menimbulkan genangan dan ainya sangat bau.

Dari kejadian di atas, Dimanakah Peran Pemerintah Baik Pemerintah Desa Maupun Pemerintah Kabupaten, dan Dinas Terkait dalam mengeluarkan izin operasionalnya tambak tersebut, atau memang Pihak Pengelola Tambak dalam hal ini PT. Royal Vaneme yang sudah tidak melaksanakan ketentuan dan peraturan operasional tambaknya yang sudah ditentukan oleh Pihak dan Instansi terkait yang memberikan izin operasionalnya industri tambaknya ?, sebuah tanda tanya besar.

Mungkin bagi Pihak Tambak bukanlah suatu yang besar, namun bagi warga masyarakat kecil di lingkungan tambak tentu hal tersebut sebuah permasalahan besar yang harus diselesaikan karena menyangkut keberlangsungan hidup dan kehidupan mereka. (Mujiono).

(Visited 92 times, 92 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *