Merasa Ditipu Terkait Arisan Online, Zuhro Maulidina Ketua Arisol Asal Desa Bletok Terancam Dilaporkan

SITUBONDO, teropongreformasi.com – Merasa tertipu ikut arisan online, sejumlah ibu di Kota Situbondo, Jatim mengancam akan melaporkan Zuhro Maulidina (24) Warga Kp. Pesisir RT 02 / RW 01 Desa Bletok Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo selaku ketua Arisan Online (Arisol).

Ibu – ibu mengancam akan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Situbondo. Mereka mengancam melaporkan ketua arisan Online Zuhro Maulidina yang diduga membawa kabur uang peserta.

Para ibu ini mengancam akan melaporkan perempuan Asal Desa Blitok yang akrab disapa Maulidina ini, karena uang arisan yang sudah disetorkan tak kunjung cair. Hanya saja, karena malu para korban yang melapor enggan diminta wawancara.

Dari puluhan Korban Arisol ada 2 korban yang sudah melakukan mediasi kekeluargaan bersama Zuhro Maulidina di Kantor Desa Bletok Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo pada (30/1/2021) dengan batas (30/3/2021).

2 korban yakni Gita dengan tanggungan Keuangan Rp. 7 Juta Rupiah dan Rini Korban Kedua Sebesar Rp. 1.7 Juta Rupiah. Dengan batas waktu 2 bulan untuk Gita dengan masa tempo Selasa (30/3/2021) dan untuk Gita 2 Bulan 15 Hari dengan masa tempo (15/4/2021).

Zuhro Maulidina sempat menyatakan sanggup untuk bertanggung jawab bahkan menyicil yang Rp. 2 juta rupiah di Minggu pertama yang dibagi untuk 2 Korban pada tanggal 6 Februari 2021 dengan cara dititipkan kepada kepala Desa Bletok Ahmad Bajuri Sholeh sebagai penanggung jawab.

” Benar mas sesuai kesepakatan masa tempo maka harus ada pembayaran cicilan untuk bukti keseriusan Bertanggung Jawab, jadi Maulidina bayar Rp. 2 juta rupiah yang dibagi berdua bersama Mbak Gita selaku sama – sama korban pada tanggal (6/2/2021),” Kata Rini yang juga selaku korban.

Namun pada masa tempo pelunasan kepada Gita (Korban) sebesar Rp. 6, Juta pada hari Selasa (30/3/2021), Kepala Desa Bletok Ahmad Bajuri Soleh mengabarkan bahwa Zuhro Maulidina sudah kabur berita tersebut diungkapkan oleh Orang tuanya.

” Mungkin yang sudah dimediasi cuma kita berdua tapi kalau tanya masalah berapa korbannya lebih 10 orang, kita disuruh bayar arisan setelah dapat kita dikeluarkan dari grub uangpun tak cair raib entah kemana, jadi kami sepakat secepatnya akan melaporkannya ke polisi,” Tambah Rini.

ADVERTISEMENT Terkuaknya tipu-tipu arisan ini saat salah seorang peserta yang seharusnya mendapat undian bulan ini tak kunjung mendapat pencairan.

Saat korban mengecek akun Facebook pelaku sudah tidak aktif. WhatsApp grub juga dikeluarkan nomer WhatsApp juga sudah tidak aktif, Bahkan saat didatangi di rumahnya Kp. Pesisir RT 02 RW 01 Desa Bletok Kecamatan Bungatan Zuhro Maulidina tidak dirumah, bahkan orang tuanya juga pun tidak tahu apa – apa dan tak mau bertanggungjawab.

” Ke saya saja Rp. 7 Juta, ke Rini Rp. 1,7 Juta, ada juga yang namanya Ira sebesar Rp. 13 Juta belum yang lain – lain, intinya Arisol ini jelas dibuat nipu karena korbannya sudah lebih 10 Orang,” Kata Gita.

Perekrutan arisan ini lewat media sosial Facebook dan grub WhatsApp, Pembayarannya dilakukan dengan cara mentransfer ke rekening dia (Zuhro Maulidina).

” Bayarnya ke rekening Zuhro Maulidina, jangankan kita sebagai anggota arisan Online nya bahkan kordinatoor Arisolnya juga kena tipu juga, modusnya sama setelah dapat arisannya kita dikeluarkan dari grub WhatsAppnya dan memblokir nomer kita,” Tambah Ira yang juga selaku Korban Arisan Online.

Semua korban sepakat secepatnya akan melaporkan Zuhro Maulidina ke Aparat penegak hukum ( APH ), tinggal melengkapi bukti – bukti chating WhatsApp, bukti transfer Rekening, dan Foto – foto Grub WhatsApp Arisol yang dibuat Zuhro Maulidina.

Ketiga korban mengadu kepada Komunitas Aliansi Pewarta Situbondo (, APSi Group ) Santoso selaku Humas APSi Group dan juga selaku Pimred Miris.id menyampaikan pengaduan semua korban sudah kami terima dan menunggu semua korban melengkapi alat bukti termasuk surat perjanjian yang dibuat di Desa Bletok bersama Kepala Desa.

” Rata-rata kerugian korban mencapai jutaan rupiah. saat ini sudah ada 3 orang yang melapor terkait penipuan arisan Online, bahkan sudah ada pengakuan dari pihak Maulidina di balai desa Bletok disaksikan kepala Desa Bletok Kecamatan Bungatan,” Ujar Santoso.

Pihak nya menunggu para korban kompak bersama – bersama ke Polres Situbondo untuk melaporkan, nanti pihak APSi Group meminta lembaga swadaya masyarakat untuk mendampingi pelaporan tersebut.

” Diduga masih banyak korban korban lain menjadi korban penipuan arisan Online ini, silakan siapa yang merasa menjadi korban lengkapi bukti – bukti kita bersama laporkan, dengan kabur seperti ini sudah jelas dia sudah tak mau bertanggungjawab, lebih banyak korban lebih bagus,” Tegasnya.

Sedangkan Kepala Desa Bletok Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo Ahmad Bajuri Soleh membenarkan perihal tersebut.

” Benar pada tanggal 30 Januari 2021 ada perjanjian bersama antara Warga saya Zuhro Maulidina selaku ketua Arisol dengan 2 Korbannya yakni Mbak Gita dan mbak Rini, sudah bayar 2 Juta Rupiah dari total keseluruhan kedua korban Rp. 7 Juta + Rp. 10. 700.000 = 17.700.000 bayar Rp. 2. juta rupiah sisa Rp. 15.700.000,” Jelas Kades Bletok.

Namun disayangkan pihak Zuhro Maulidina melarikan diri, dan pihak Pemdes siap menjadi saksi jika diperlukan oleh korban dari warganya terkait Arisan Online.

” Kami sudah mediasi sesuai kesepakatan kalau tidak tepat waktu siap diproses hukum, jadi kami pihak Pemdes siap mendukung jika diperlukan menjadi saksi oleh korban,” Tegas Kades Bletok. (tris)

(Visited 271 times, 271 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *