Oknum Pungli Terjadi di Dishub Kota Dumai, Jalan Berlubang Carut-Marut Dinas Terkait Tutup Mata

DUMAI, teropongreformasi.com – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perhubungan melakukan pemungutan Retribusi di jalan lintas antar kota Dumai-Duri kecamatan bukit kayu kapur kota dumai,Oknum Pungli terjadi di Dishub Kota Dumai,jalan berlubang Carut marut, Dinas terkait lainnya Tutup mata,dari peliputan Senin(29/03/21)

Hasil Peliputan media ini,terlihat jelas oknum baju biru dari dinas perhubungan kota Dumai,melakukan pungli Terang-terangan Menurut,Ungkap Mufaidnundin SH.
, ” truck -truck bertonase antrian ” pembayaran Retribusi” di (kiri /kanan) .badan” jalan tak kelihatan adanya rambu -.rambu lalu lintas ( Parkir red) sepanjang jalan lintas antar kota ” terlihat truck -truck Berbaris panjang kiri.kanan” akan kewajibannya membayar distribusi yang seharusnya pun di imbangi dengan perbaikan jalan dan penerangan “serta Rambu -rambu lalulintas ” agar berhati-hati dan mengurangin kecepatan kendaraan” banyak nya lubang lubang besar “tak kelihat.” Lampu-lampu pengunjuk / penerangan jalan ” yang hanya beberapa meter dari UPT pemungutan distribusi dinas Perhubungan di jalan lintas antar kota /perkecamatan Duri -Dumai ! kota Dumai” persi nya’ 200 meter”pada jalan yang hancur “,Patut di pertanyakan kemanakah Anggaran uang nya seperti tak kunjung ada kejelasan, akibat nya masyarakat menikmati jalan lubong ini yang selalu makan korban Jiwa..,”viral selalu disebut Rawan Panjang ” Disaat hujan dan tampak tak ada penerangan lampu” khususnya untuk penerangan jalan “sangat membahayakan masyarakat baik dari segi keselamatan pengemudi dan pengunaan jalan yang lain,di konfirmasi media ini, .”.kata Opung siregar “supir truk barang asal kota Medan-Sumut.

Pada saat “minun kopi” diwarung pak “Alung di bukit kayu kapur ” sebenarnya (odol )” telah berlaku di berapa tempat di Indonesia sudah hampir 3 tahun yang lalu Dumai ini atau dan itu sangatlah menguntungkan pada pemerintah dan ” pengusahaan ‘ berkurang seksi biaya kerusakan kendaraan ” “menambah penghasilan pengemudi (supir ) “dan seksi di pemerintahan berkurangnya biaya pemeliharaan jalan Biaya Rutinitas ‘ pertahun nya.” Bila itu di terapkan secara bertahap dan berkesinambungan tak ada lagi jalan berlubang seperti menjalankan aturan dan amanah Undang -undang nomer 22 tahun 2009 tentang LLAJ.
penerapan untuk dinas perhubungan kota Dumai belum terdengar diteliga masyarakat kata,” Iwan yang ada ” Iya Itu ” banyak truck -truck berbadan besar ” terus bertambah ke kota ” bertuah'” pemerintah dan pengusahanya harus duduk bersama ” Muspida ” memberi kata setoran PAD yang masuk ke Dumai tak tau peruntukan nya,terang iwan — Red.

Diduga Indikasi ada oknum yang bermain tanpa memperdulikan nasib masyarakat kota Dumai pada jalan baik di Dumai barat yang berlubang lubang dan Telah banyak korban lalulintas “. Terkesan itu bukan masuk anggaran daerah, Sungguh Aneh …? Bila kita ikuti UU.
Pemungutan Retribusi yang UPT lakukan dari Dinas perhubungan kota Dumai berada di 3(tiga ) wilayah pertama pada kelurahan Bukit kapur kecamatan kayu kapur jalan lintas Duri -Dumai pada Dua(2) Terminal barang kelurahan bukit batrem kecamatan Dumai timur.pada jalan Gatot Subroto kelurahan Mekar sari kecamatan Dumai Selatan …? Namun hal ini tak ada tanggapan Pemerintah kota Dumai sama sekali dalam hal ini.

Terlihat jelas Instansi terkait dari dinas perhubungan kota Dumai dan Dinas PUPR banyak yang mengabaikan pada aturan yang seharusnya tegak seperti pemberlakuan undang-undang ini,sudah melanggar Undang-Undang nomor 39 tahun 1999 tentang HAM (Hak Asasi Manusia) dan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) serta pengabaian terhadap jalan dalam hal ini juga diduga Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) tidak melaksanakan Sesuai Perpres, (Peraturan Presiden) nomor 15 tahun 2015 tentang Kementrian PUPR. Dalam hal ini ,bapak KAPOLRI Listyo Sigit Prabowo,
telah berlakukan tilang Elektronik pemberlakuan untuk 12 propinsi di kabupaten dan kota Dumai termasuk wilayah Provinsi Riau, sebut nya.

Hal tersebut diatas; dikemukakan bapak Suwarno ketua DPC Bravo 5 Senin, (29/03/21).di kantor nya jalan Sudirman kota Dumai .

“Kita sangat “mengapresiasi gerak cepat” Walikota Dumai ‘H Paisal SKM .MARS Dan Bapak Wakil walikota Dumai ,”Amris .S.sy.” dan Muspida dalam menanggapi persoalan ‘yang disampaikan warga dan masyarakat Kota Dumai “terkait dengan kondisi jalan lintas antar kota dan dalam kota Dumai yang kondisi Carut marut memprihatinkan.

Persis nya Dari arah keluar menuju jalan ke Medan “memasuki Dumai .” tepatnya jalan Gatot Subroto kecamatan Dumai Selatan. yang berada persis di depan area UPT Dinas Perhubungan Kota Dumai ini,terkesan Pembiaran terjadi oleh dinas terkait seakan Tutup mata.

Namun sangat di sayangkan, “kerusakan jalan cukup parah yang melintasi wilayah kelurahan Bukit timah dan Mekar sari , itu selama ini diduga terjadi akibat Parkirnya Truck bermuatan diatas Tonasenya, ini penyebabnya berhenti truck bermuatan berat untuk membayar Retribusi Parkir,” ungkap,Pak.Suwarno ketua DPC perjuangan Bravo 5 kota Dumai, provinsi Riau ini .

Kini Pantauan Media di lapangan kemacetan Kerap terjadi dalam Antrian panjang mobil truck tangki CPO yang cukup panjang seperti terlihat di lokasi pos pengutipan Distribusi ‘ dan pengakuan para Sopir saat di konfirmasi awak media ini,asal bapak wartawan tau di tambah kerusakan jalan tanpa perbaikan,seperti indikasi dugaan jelas adanya perbiaran .” tutur para Sopir -Sopir tengki ” CpO , bila kurang hati-hati dapat menimbulkan kecelakaan’ bagi penguna jalan dan pengendara sepeda motor dalam mengatasi Kondisi jalan berlubang-lubang dan tambahan genangan air “apalagi hujan ” jalanan licin sudah pernah ada terjatuh korban para masyarakat di sekitar lokasi itu” .perlu.dirawat di rumah sakit ?
“Seharusnya Pemerintah Kota Dumai menanggapi dengan Serius atas kondisi Carut marut nya jalan apalagi berlubang di areal jalan lintas tersebut.

Penulis :”Endy©–Dnst”

(Visited 35 times, 18 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *