Rapat RUPS, Pembagian Laba Berakhir Ricuh Terkait Kepengurusan ?

SITUBONDO, teropongreformasi.com, Rapat umum pemegang saham PT. Lumbung Bersama Karya Sejahtera ( BUMDES bersama Kabupaten Situbondo ) mengadakan rapat kali pertama sejak berdirinya BUMDES bersama sejak dua tahun lalu tepatnya tahun 2019 lalu. Rabu (24/03/21).

Rapat kali di selenggerakan di wisma Rengganis pasir putih milik pemerintah daerah .hadir di kesempatan tersebut seluruh anggota pemegang saham dalam hal ini yakni para kepala desa sebanyak 60 kades yang punya BUMDES adapun pejabat yang hadir yaitu dari Dinas DPMD daerah Situbondo lutfi prihatin dan dari dinas DPMD M. yasin dari propensi jawa timur serta perwakilan otoritas jasa keuangan ( OJK ) jember.

Dalam laporan tahunannya di depan seluruh pemegang saham BUMDES komisaris utama BUMDES bersama yaitu Samsuri kades curah cottok mengatakan bahwa dalam pengelolaan modal bersama yang di kelola oleh pegurus daerah yang mana Samsuri sebagai komisaris utama berhasil memperoleh laba bersih atau sisa hasil usaha ( SHU ) pada tahun 2020 lalu sebesar kurang lebih 1,792 milyar di bagi 60 anggota pemegang saham besarannya tentu tidak sama tengantung besaran saham tiap tiap desa yang disetor.

Usai acara pertama dan memasuki sisen kedua justru mulai banyak interupsi dari para pemegang saham yang tidak puas atas kepengurusan BUMDES bersama ini terutama komisaris utama tersebut . Mereka para Kades yang tidak puas malah mempersoalkan terpilihnya komisaris utama yang di duga tidak demokratis dan tidak melibatkan semua pemegang saham BUMDES . Di duga ada tahapan yang di duga di langkahi sehingga muncul dugaan kongkalikong dengan pengurus yang lain . Akhirnya muncul pro dan kontra terhadap kepemimpinan saudara samsuri sebagai komisaris utama dari Bumdes bersama ini .

Karena tidak ada tirik temu dalam hal ini maka bagi yang kontra ramai ramai menyatakan keluar dari keanggotaan BUMDES bersama yang sudah berupa PT lumbung karya sejahtera . karena suasana makin memanas maka rapat di tutup dan di tunda kelain waktu.

Usai rapat komisaris utama saudara Samsuri saat dikonfirmasi mengatakan saya tidak ambisi untuk menduduki jabatan ini, saya dipilih melalui MKD /musyawarah antar desa bahkan BPD juga hadir dan sesuai aturan dan di pilih oleh anggota maka saya laksanakan tugas sebagai amanah , dan rapat kali tidak membahas masalah kepengurusan melainkan memberikan hasil usaha /SHU atau dividen terhadap RUPS, kalau ada anggota yang tidak puas biasa dalam berorganisasi silahkan pakai aturan yang sudah di sepakati, mengenai beberapa anggota (Kades) yang sempat menyatakan keluar dari keanggotaan mengatakan tidak semudah itu mengatakan keluar dari keanggotaan BUMDES bersama karena anggota diikat dengan beberapa aturan seperti tercatat di akte notaris dan sudah terdaftar di SK KEMENKUMHAM . Mungkin mereka mengatakan keluar dari ruang rapat RUPS jelas Samsuri sambil berkelakar (mis / fan)

(Visited 44 times, 17 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *