Forkopimka Besuki Lakukan Operasi Prostitusi Warung Remang-Remang (Komplek Sengonan) Di Jalan Pantura Demung Besuki

SITUBONDO, teropongreformasi.com Operasi rutin yang di lakukan FORKOPIMKA kecamatan Besuki yang dikomando langsung oleh Camat Besuki Suriyatno SH bersama Kapolsek Besuki, Koramil Besuki dan Satpol PP Kecamatan Besuki yang berada di sekitar jalan Pantura Demung Besuki yang di kenal dengan nama Sengonan. Senin (22/03/2021). Sekitar Pukul 21.00 WIB.

Pada saat operasi dilaksanakan tertangkap basah sebanyak tiga belas orang, sepuluh di antaranya wanita dan tiga orang laki laki dari sekian orang tersebut mengaku dari Bondowoso, Probolinggo Jember dan Madura sementara juga mengaku orang lokal dari warga Kalianget banyuglugur.

Ironisnya kegiatan prostitusi itu, sudah berjalan cukup lama, untuk menutupi supaya warga tidak curiga. Dari depan pemilik warkop seolah-olah menjajakan sejumlah minuman serta makanan riangan diatas meja. Padahal, didalamnya sudah disediakan kamar semi permanen untuk lelaki hidung belang.

Dan yang membuat miris, para PSK dan mucikari ini semuanya berasal dari luar daerah Kabupaten Situbondo.

Lokasi warkop esek-esek tersebut, cukup dekat dari jalan raya. Karena lokasinya berada ditengah persawahan. Namun, saat petugas datang menggerebek warkop yang menjajakan PSK. Semua yang ada didalam langsung kelabakan.

Salah satu pelanggan yang tertangkap adalah adalah warga Kabupaten Bondowoso yang bekerja di Kecamatan Besuki yang merupakan oknum karyawan di PLN area Besuki.

“ Terus terang saya sangat kecewa karena semua yang tertangkap tak seorangpun dari warga Besuki, dan kenapa harus Besuki yang dijadikan tempat melakukan pekerjaan terlarang yaitu praktek prostitusi ini”,  Terang Orang Nomor satu di Kecamatan Besuki ini. Suriyatno, SH.

Lebih lanjut Pak Camat mengultimatum kepada para PSK, Para Lelaki Hidung Belang dan Pemilik Warung untuk insaf dan benar-benar melakukan praktek jual beli jika masih ingin berada di Kecamatan Besuki, karena terpanggil rasa kemanusiaan dan memberikan satu kali kesempatan untuk berbenah diri dan insaf, namun jika masih tertangkap untuk yang berikutnya, maka akan tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Imbuhnya setelah dikonfirmasi oleh awak media online teropong reformasi ini. (Buhari Muslim,SH)   

(Visited 450 times, 450 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *