Pandangan Perubahan dan Perjalanan Partai Politik Negara Republik Indonesia dari Doeloe hingga Sekarang

JAKARTA, teropongreformasi.com – Hiruk -Pikuk Masa perubahan Regenerasi Pembaharuan Bangkit Nya Generasi muda sebagai Anak Bangsa Indonesia terhadap PARPOL Milinial.mari kita Simak Perjalanan Partai Politik Negara Republik Indonesia kita,mulai dari Perjalanan Karier nya Suatu Golongan PARTAI di Indonesia, Seperti,Hanura Pernah mengalami pecah, PAN dipisahkan dari Amien Rais, PKS Pecah terbelah beberapa kadernya keluar membentuk Partai Gelora, Berkarya diambil dari Mas Tomy Suharto, dan sekarang Demokrat di hostile take over dengan terang -terangan oleh Seluruh 3/4 Kader Partai Demokrat yang pindah keyakinan atas Kekuasaan Pimpinan Ketum, terdahulu, hingga berita ini diterbitkan Realita perjalanan menuju Demokrasi Indonesia telah terlihat jelas, Minggu, (07/03/21)

Masih Analisis Cendikiawan Profesor Indonesia,menilai Perjalanan Perubahan Masa Regenerasi Pembaharuan BANGSA INDONESIA inilah Realita yang terjadi Di Politik Negara Republik Indonesia (NKRI) Sesuatu Perpindahan dari Jabatan Ketua Umum (Ketum) partai nya Telah berpindah SBY kepada Moeldoko telah terjadi Rapat KLB di Deli Serdang Wilayah Medan-Sumut,Secara Aklamasi terang-terangan pada Waktu kesempatan yang lalu di 5 Maret 2021, terlihat jelas.

Cerita sebelumnya Golkar juga terambang pecah, dimana para tokoh di dalamnya membuat partai masing-masing seperti Contohnya Prabowo Subianto membuat Gerindra, Wiranto membuat Partai Hanura, dan Surya Paloh membuat Partai Nasdem.

Jangan lupa Gerindra meski di tangan Prabowo juga sempat digoyang hebat oleh orang dekat Prabowo. Demikian juga dengan Nasdem hampir oleng saat Hary Tanoe tidak jadi masuk kualifikasi Partai nya.

PPP juga sama entah berapa kali terus terpecah, dari partai besar hingga mengerdil dan pengurusnya terus diguncang isu , bahkan terakhir masih terbelah lagi kepengurusannya.

Kemudian PKB juga pecah , dari keluarga Gus Dur sebagai pendiri terambil oleh Cak Imin Cs. Polemik rebutan PKB sejak jaman Presiden Megawati sampai Presiden SBY terdahulu.

Ini Contoh Nyata kekejaman Elite politik hingga kini menjadi topik pembicaraan yang hangat di era politik Dan sebelumnya lagi di jaman Pak Harto yg paling fenomenal adalah PDI, yg kemudian berbelah menjadi PDI dan PDIP. PDI lama dipimpin oleh Suryadi dan PDIP dipimpin oleh Megawati.

PBB, dan partai -partai lain juga terus membelah, hingga seringkali terpisah dari pendirinya.

Bicara rebutan partai , atau terpecahnya partai, sebetulnya bukan sekarang saja terjadi, dari jaman dulu juga terjadi. Mengapa? Saya pernah mendengar dulu dari para mahaguru intelejen saat saya mulai menjadi wartawan politik, bahwa di Indonesia sejak awal merdeka, tidak pernah diikhlaskan oleh negara -negara besar termasuk eks penjajah.

Untuk mengerdilkan Bangsa dan Negara Indonesia itu hanya dengan cara devide it empera. Intinya tidak boleh ada kekuatan utuh baik kekuatan dalam bidang agama atau partai politik ( tidak boleh ada partai politik punya kekuatan di atas 20 persen, jadi diobrak-abrik supaya banyak partai). Karena hanya agama dan partai politiklah yang bisa menggerakkan Hati para Rakyat Indonesia, sebut nya.

Karakter rakyat Indonesia yg mayoritas tidak punya karakter yg kuat, seperti mudah dipolitisasi proyek ajang diadu domba, senang hidup borju dan pamer, suka menjilat, gampang disogok, dan tidak malu menghalalkan segala cara utk mencapai tujuan, benar -benar menjadi “alat ampuh”, untuk terus membelah rakyat Indonesia, dengan menggunakan oknum rakyat sebut saja para komprador ( combe penjual negeri).

Rakyat Indonesia tidak boleh bersatu , kalau bersatu akan sangat kuat dan mengancam negara mana pun, karena akan menjadi negara berpenduduk Islam terkuat, dan dengan alam yang luar biasa kaya, kalau rakyatnya kelewat kuat tentu sangat sulit bagi kaum kapitalis global untuk terus menjajah Indonesia ( terus mengeksploitasi SDM dan SDA yang juga market sebagai pasar Indonesia diatas segalanya demi tujuan utama kekuatan dan kekuasaan kepentingan Pribadi serta golongan nya saja.

Saat di jaman Orba, Pak Harto sepertinya memahami teori konspirasi global utk terus mengangkangi negeri ini. Makanya selama 30 tahun memimpin beliau berusaha hanya ada 3 Partai saja. Namun kekuatan 3 partai ini juga terus digerilya hingga PDI misalnya pecah menjadi dua, demikian juga dengan PPP, yang agak tangguh partai Golkar karena dikendalikan langsung oleh pak Harto.

Kelompok Islam juga hanya dua NU dan Muhamadiyah, meski terus dibentur-benturkan misalnya lewat kesepakatan Hari Raya atau mulai Puasa yang gak pernah sama antara NU dan Muhamadihah, namun Pak Harto sangat cerdik tidak boleh masing-masing golongan itu membuat Partai jadilah partai orang Islam itu yang hanya satu yaitu Partai PPP atau PPP3 (PPP) saja.

Pak Harto yang dinilai menurut kalangan Elit politik Indonesia diduga telah mengganggu konspirasi global perpolitikan Indonesia terdahulu atas jabatan pimpinan negara Indonesia untuk mencekram Indonesia, akhirnya melalui orang-orang Indonesia sendiri yang dilengserkan Orde lama beranda pada Orde Baru pada Saat ini,Dan setelah Pak Harto lengser makin leluasa asing mengaduk -aduk atau mengobok-obok negeri ini, Negara Republik Indonesia harus segera bangkit mari Perjuangan NKRI–HARGA MATI mari kita jaga keutuhan NKRI menjalin hubungan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia, maka partai politik pun harus lahir bak jamur di musim hujan, Mencari Kekuatan agar adanya penopang sebagai penyelamat Rakyat Indonesia pernah ratusan partai bermunculan. Tak yanya itu organisasi Islam juga bermunculan.

Analisis serta Analisa Pakar Hukum, Ekonomi serta Akademik Se-Level Cendikiawan Profesor apalagi pendapat Aktivis 98 LSM DPD PERINTIS ACEH mengatakan,mulai dari Pemerhati situasi kondisi Negara Saat ini kita harus merapat kan Barisan segera Mawasdiri dari kecurangan dan kezholiman para Elit politik jangan Sampai terprovokasi oleh Oknum-oknum Culas maka pendapat nya sebagai seorang ketua LSM Aktivis 98 ,DY. Merasa prihatin,
Dalam posisi Kondisi Rakyat semakin mengalami Rentan perubahan Regenerasi dari Doloe menjadi Modern,kemudian Modern beralih Canggih milinium sampai pada Zaman Milanial Sekarang ini Teknologi Elektronik semangkin Luar biasa Canggih nya,sudah banyak dalam kelompok-kelompok Perubahan maka aksi devide et impera makin mudah dijalankan dimana rakyat terus dibelah alias Pecah belah seperti saat ini, maka kapitalis global makin berpesta pora mengeduk Propokasi Nilai kekayaan alam milik bangsa Indonesia kesempatan para Koruptor melakukan Aksi Indikasi dugaan KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME (KKN) dan bukan tidak mungkin pada saatnya nama Indonesia tinggal kenangan di Generasi mendatang buat bangsa Indonesia Nantinya,karna Banyak Melupakan Sejarah seperti ungkapan Bung Karno (JASMERAH) Jangan Lupakan Sejarah ya.

Penulis :'”Endy©–Dnst”

(Visited 53 times, 17 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *