Dispen AU Terjunkan Dua Pesawat : CN-295 dan A-2901 Skadron Udara, Tabur Garam Ke Udara.

JAKARTA, teropongreformasi.com – Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispen AU) Jakarta telah berupaya melakukan cara antisipasi menabur 2,4 ton, dari semula 800 kg garam,pada Kamis (24/02/21) hingga kini.

Cara menabur kan garam melalui udara yang mengunakan pesawat udara CN-295 A-2901 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta
untuk memodifikasi cuaca agar hujan tak turun di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Garam ditabur di atas wilayah Selat Sunda, Ujung Kulon dan Lampung Timur.

TNI AU dalam akun Instagram resminya menyampaikan: “Untuk melaksanakan proses penyemaian awan melalui operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pesawat CN-295 A-2901 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma diterbangkan Kapten Pnb Riyo dan Kapten Pnb Iskandar mengangkut sejumlah garam 2,4 ton. Pada ketinggian 10.000 s/d 12.000 feet, pesawat CN-295 Langsung terbang ke udara dan menabur kan garam di awan yang berpotensi mengakibatkan curah Awan dan muncul hujan di kawasan Selat Sunda, Ujung Kulon dan Lampung Timur sehingga hujan tidak masuk ke daerah Jabodetabek,” tulis TNI AU.”.

Sebelumnya diberitakan, TNI AU melakukan modifikasi cuaca agar hujan tak turun di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Hujan dipindah ke wilayah perairan.

“Teknologi modifikasi cuaca (TMC), nah ini kan kami tiga hari ini bekerja keras memindahkan hujan. Jadi TMC itu yang hujan kemungkinan jatuhnya di Jakarta, kami semai di daerah lautan, sehingga jatuhnya di laut. Pertumbuhan awannya kami modifikasi ditempat yang kami inginkan jatuh hujan,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.

Menurut Indan, tak turun hujan deras seperti yang terjadi di Sabtu (20/2) berkat TMC. Kegiatan modifikasi cuaca ini dilakukan TNI AU bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). “Makanya beberapa hari ini, dari tanggal 20,21,22,23 hingga 24 hari ini terus melakukan penaburan Garam ke udara setelah hujan deras hari Sabtu, tidak ada hujan. Bisa dikatakan karena kontribusi ini. Ini kegiatan bersama BPPT, teknologinya di BPPT,” ujar Indan.

Minggu (21/2) pagi,lalu mengunakan pesawat Casa C-212 milik TNI AU yang terbang dengan membawa 800 kg garam. Kemarin, TNI AU mengerahkan armada pesawat tambahan untuk memodifikasi cuaca, menambahkan pesawat CN-295.

Penulis :’Endy©–Dnst”

(Visited 60 times, 18 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *