Diduga APH Tutup Mata, PETI Liar Marak Mengunakan Alat Berat di Wilayah Polres Kapuas Hulu

KALBAR/Kapuas Hulu, teropongreformasi.com – Diduga Aparat Penegak Hukum (APH)Tutup Mata,PETI Liar Marak mengunakan Alat Berat di Wilayah Polres Kapuas hulu.

” Hingga kini belum ada Penindakan tegas pada Mafia PETI Liar terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang mulai Marak di Desa Beringin, Kapuas hulu provinsi Kalimantan barat (Kalbar)bahkan merambat Liar mengunakan Alat berat Jenis EXCAVATOR.”Pada Minggu pagi (21/02/21).

Seluruh Masyarakat KalBar, meminta kepada KaPolda Kalbar untuk menindak tegas oknum-oknum Pelaku Pembekap dan Cukongnya agar segera menyita sejumlah alat berat. Berharap penindakan ini jangan hanya di Kabupaten Bengkayang, Tetapi juga harus di Desa Beringin Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu.

Hampir puluhan alat berat Exavator di Desa Beringin Kabupaten Kapuas Hulu yang di suplai oleh PT MAG META. Di minta Kepada Polda Kalimantan Barat turunkan Tim pada lokasi di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu terkait aktivitas PETI tersebut.

“Jangan hanya di Kabupaten Bengkayang saja. Bahkan ada lahan sengketa tanah yang belum bisa Selesai oleh Desa dan Adat, tiba-tiba langsung dikerjakan menggunakan alat berat sejenis excavator,” ungkap salah seorang warga yang tidak mau namanya disebutkan.

Menurut warga tersebut ada juga jika sebelum tim razia datang, tapi sudah ada bocoran, supaya alat berat sejenis excavator harus dilarikan ke dalam hutan. Dan menurut informasinya dari masyarakat, excavator sekarang sudah di sembunyikan ke dalam hutan atas arahan yang menjadi Ketua Tim.

Bahkan ada yang mengatakan PETI akan melakukan berkerja di malam hari. Excavator dari PT META sedang menggali lahan lagi jika dilihat PETI tersebut, hanya menguntungkan oknum tertentu tersebut

“Karena setiap bulan wajib setor Rp, 15.000.000.00 bahkan sampai Rp, 18.000.000.00 perbulan. Dan beberapa instansi malah lakukan pembiaran. Dan mereka seharus mencegah supaya hutan di masyarakat tetap selalu di jaga,” ungkapnya.

Tapi menurut warga tersebut sebaliknya demi keuntungan, hingga menyebabkan hutan menjadi hancur. Dan kepemilikan tanah sebenarnya merasa dirugikan.

Menurut Syarifuddin Komcab LP-KPK Kapuas Hulu mengatakan terkait permasalahan ini jika terjadi kendala di lapangan selalu mengadakan rapat di Polsek Bunut Hulu oleh ketua Tim excavator, dalam rapat intinya, jika ada razia gimana cara menyembunyikan excavator supaya tidak diketahui. Jika yang di permasalahkan tentang untuk mengisi perut. Mengapa bekerja harus menggunakan excavator. Bahkan mampu membayar uang keamanan sebesar Rp 15.000.000.00. sampai Rp 20.000.000.00 perbulannya,” ungkap Syarifuddin pada Minggu (21/02/2021).

“Berharap meminta kepada Polda Kalbar jangan ada pilih kasih, tetapi juga harus bertindak tegas kegiatan PETI yang menggunakan alat berat yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu, Kecamatan Bunut Hulu Santai-santai saja,” kata Syarifuddin Koorcap LP-KPK Kapuas Hulu. Ada apa dengan penegakan Hukum sekarang,

Menurut Syarifuddin ini perlu ditindak dari pihak aparat, jangan hanya di Kabupaten Malawi, Sintang ditindak hanya mencari sesuap nasi menggunakan tenaga dan menual di tangkap, seperti juga di Kabupaten Bengkayang di Razia, baru dua Unit excavator langsung ditangkap .

“Tetapi di Kabupaten Kapuas Hulu di Bina oleh APH. Bahkan ada oknum APH sengaja untuk memantau pekerja PETI ilegal yang menggunakan excavator, lancar atau tidak. Supaya setoran lancar,” ungkap Syarifuddin kembali.

Menurutnya APH dalam hal ini Polres Kapuas Hulu ada akan tetapi kegiatan PETI dengan menggunakan alat berat puluhan unit dibiarkan begitu saja.

“Atau karena setoran keamanan lancar dan besar,” tegas Komcab LP-KPK Kapuas Hulu dengan nada Kesal. (Tim Kalbar)

Penulis :’Endy©/Mrsd”

(Visited 55 times, 21 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *