GAKKUM KLHK JATIM MERESPON CEPAT ADUAN LUKMAN LSM LASKAR HIJAU

BANYUWANGI, teropongreformasi.com – Laporan warga yang mengatasnamakan dari LSM Laskar Hijau, Lukman kepada Gakkum KLHK telah ditindak lanjuti dalam proses Penyelidikan ke Tempat Kejadian Peristiwa / Perkara (TKP) dan Penyidikan di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu, (13/2/202).

Adapun terduga terlapor ke Gakkum KLHK adalah oknum-oknum Perum Perhutani BKPH Rogojampi Sektor Songgon, saat waktu kejadian Kamis, 24 Desember 2020, Lokasi kejadian Dusun Sambung Rejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Lukman berani melakukan pengaduan Perambahan Hutan Lindung ke Gakkum KLHK karena menurut pengakuannya sudah mempelajari Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
Nomor: SK. 1730 MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/3/2019 Tentang Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan Antara Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Green Bayu Mandiri dengan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat seluas 796,85 (Tujuh Ratus Sembilan Puluh Enam dan Delapan Puluh Lima Perseratus) hektare pada Kawasan Hutan Produksi tetap seluas : 790,35 (Tujuh Ratus Sembilan Puluh dan Tiga Puluh Lima Perseratus) Hektare dan Kawasan Hutan Lindung 6,50 (enam dan lima puluh perseratus) Hektare di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Pada tanggal 24 Desember 2020 Lukman (pelapor) melakukan observasi (pengamatan) ke lokasi bersama kawan-kawan Lembaga Pendidikan Rakyat (LPR) Kuasa-jember dan melihat adanya aktivitas pembalakan kayu mengunakan gergaji mesin.

Menurut keterangan warga sekitar lokasi terhimpun nama-nama oknum Perusahaan Umum (Perum) Perhutani (BUMN) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat melakukan perambahan Hutan Lindung pelakunya adalah Poiman, Samsul, Sujianto.

Pada tanggal 03 Januari 2021 para pelaku masih terlihat
mengerjakan pemotongan/ pembalakan kayu di Hutan Lindung, tetapi batang kayu yang sebelumnya bertumpuk sudah tidak ada.

Lukman yang sedang melakukan observasi Hutan Lindung mengatakan, “Kami menduga sudah dibawa keluar, informasi dari warga saat melaksanakan Sholat Jum’at kayu-kayu yang sudah dipotong telah diangkut menggunakan truk yang diduga lebih dari 2 (dua) unit kendaraan.” ucapnya

Lebih lanjut Lukman mengatakan, ” Diperkirakan Negara mengalami kerugian sekitar kurang lebih Rp. 300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah). Maka kami minta ke Gakkum KLHK untuk Tangkap dan Adili pelaku perambah Hutan Lindung tersebut.” pungkasnya. (Mahrus)

(Visited 151 times, 21 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *