Kepsek SDN 1 Lamongan Bantah Telah Potong Dana BSM ???

SITUBONDO, teropongreformasi.com – meski seluruh sekolah di Kabupaten Situbondo belum seutuhnya masuk akibat pandemi, namun Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk tahun 2021 pemerintah tetap laksanakan pencairannya.

Namun sangat disayangkan apabila pemerintah punya program yang sangat baik yang tujuannya untuk membantu bagi siswa yang tidak mampu untuk meringankan beban biaya sekolah ternyata oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bantuan siswa miskin tersebut malah dipotong alias disunat yang mengatasnamakan sekolah sugguh ironis sekali .

Seperti kejadian kemarin Kamis (11/02/21) di sekolah SDN 1 Lamongan Kecamatan Arjasa diduga telah terjadi pemotongan dana BSM oleh oknum guru disana sebesar Rp 30 ribu per murid yang dapat BSM.

Kasak kusuk tersebut dihembuskan oleh beberapa orang tua siswa penerima BSM, dengan adanya berita pemotongan tersebut tak pelak jadi geger di kalangan sekolah, untuk meluruskan informasi tak sedap itu kepala sekolah SDN 1 Lamongan (Ari Pahliwanto ) mengundang seluruh penerima BSM untuk diberi penjelasan dan ditanyakan satu persatu ke orang tua murid siapa yang menyebarkan gosip tersebut oleh kepala sekolah namun tak satupun tidak ada yang berani menjawab. Sebab menurutnya saya tidak pernah memerintahkan bawahan untuk memungut sepeserpun bagi penerima BSM terkecuali memberi secara sukarela jelas Kepsek.

Bahkan untuk mengklarifikasi info tak sedap tersebut kepsek sampai mengundang pengawas SD di Kecamatan Arjasa TRI RAHAYU untuk memberi penjelasan panjang lebar terkait BSM ini.

Setelah acara rapat dengan orang tua murid bubar, kami dari media teropogreformasi konfirmasi ke Kepsek terkait potongan dana BSM namun beliau mengelak dengan keras bahwa kami di sini tidak pernah mengadakan pemotongan dana BSM tersebut itu juga diakuinya oleh pengawas TRI RAHAYU. itu berita tidak benar jelasnya. Namun diakuinya juga kalau memberi secara sukarela (seikhlasnya) iya ada yang Rp 5 rb ada yang Rp 10 rb.

Tapi ada yang aneh ketika kami sempat konfirmasi ke beberapa orang murid setelah usai rapat kalau pemotongan sebesar 30 rb memang tidak ada, yang ada hanya upah sebesar 30 rb jawab salah satu orang murid sambil melenggang pergi tanpa menghiraukan kami yang konfirmasi.

Menurut Ketua LSM Buser H. Jaelani kalau memang temuan / informasi ini mengandung kebenaran dan kesengajaan pihaknya akan melapor ke dinas terkait, dan apabila ada kesengajaan bukan tidak mungkin akan dilaporkannya ke pihak APH jelasnya. (mis/ fan)

(Visited 279 times, 19 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *