Pemilik Kendaraan Dibatasi BBM Diduga Pemilik SPBU Kulim Main Mata Ke Pedagang Beli Pakai Jerigen

RIAU/Bengkalis, teropongreformasi.com – Pemilik Kendaraan Dibatasi BBM diduga Pemilik SPBU Kulim Main Mata kepedagang Eceran mengunakan Pembelian pakai Jerigen,pada Rabu(10/02/21)

Sesuai laporan para warga sekitar dan pemilik kendaraan mobil Roda Empat (4) bersamaan pemilik Roda Dua(2) yang hendak mengisi penuh BBM kendaraan menjadi Kecewa sebagai Konsumen pembeli, ternyata telah di batasi berjumlah isian BBM bensin minimal 35.liter.
Ini Keterangan penjaga Pompa yang memohon jangan disebutkan namanya, papar karyawan SPBU itu.

Tidak boleh mengisi lebih dari 35 liter, “Kita dibatasi beli bensin pak. Hanya boleh mengisi 35 liter,” kata pihak SPBU itu kepada Pemilik kendaraan yang hendak melakukan pengisian di sepanjang antrian 1 km,terisi cuma 35 liter saja, BBM kala itu.”

Kini indikasi dugaan terlihat jelas yang terjadi dilokasi SPBU tersebut, pemilik, pengelola jelas-jelas tidak ambil pusing terhadap pelaku penjaga Pompa akibat dibatasi kepada pemilik Armada yang mau melakukan pengisian untuk para pembeli BBM jenis bensin.

Dari hasil Peliputan serta penelusuran Awak Media ini ke lokasi SPBU No 14.287.6110 KM 11 Kulim, Duri, Bengkalis, Riau, semua laporan masyarakat bahkan pemilik kendaraan, itu benar Atas pengakuan nya.

Diduga demi menjaga pelanggan Eceran dan ketengan mengunakan Jerigen bahkan ada uang tambahan per jerigen Rp.15.000, kuat dugaan ini pelakunya pihak Perusahaan dan pengelolaan SPBU sudah bermain mata kepada pedagang BBM yang ikut membeli mengunakan jerigen pada oknum SPBU Kulim ini.

Menurut keterangan, inisial Mpd selaku pengguna jalan raya, pemilik Mobil Roda 4,apakah ada aturannya dari PT.PERTAMINA untuk membatasi pengisian BBM jenis bensin kepada pengendara mobil maupun pemilik motor di daerah SPBU wilayah Bengkalis ini , kenapa di utamakan pembelian mengunakan Jerigen.

Buktinya sejumlah lain jerigen terlihat mengantri di SPBU pada petugas penjaga Pompa no.urut Tiga(3)Sesuai Bon Bukti di keluarkan.

Hal ketidakmampuan pihak SPBU dikabarkan telah terjadi beberapa bulan lalu tanpa ada teguran dari pihak perusahan Pertamina, sejumlah pengendara mobil pribadi malah menyayangkan hal itu.

Diduga Pihak Pemilik SPBU Bengkalis No 14.287.6110 KM 11 telah melanggar aturan undang-undang Migas Nomor 22 tahun 2001 .”,siapa saja yang memperjual belikan kembali BBM subsidi khusus BBM bensin, melanggar aturan niaga BBM, pasal 53 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara, dan denda maksimal Rp 30 miliar.”,

Dalam aturan UU itu bukan saja SPBU yang menjadi penjual Mendapat Sanksi, Sanksi juga termasuk kios-kios telah juga dilarang menjual BBM berbagai jenis BBM tersebut, apalagi di tengah kota, karena selain melanggar UU Migas, juga sangat berbahaya baik bagi keselamatan penjual BBM itu sendiri maupun terhadap keselamatan orang lain.

Keterangan lain yang berhasil di himpun ada juga terjadinya pada Wartawan sekaligus berniat melakukan perjalanan menuju ke kota Pekanbaru Start perjalanan berasal dari kota Dumai, inisial Mfd,mengakui bahwasanya pihak SPBU No. 14.287.6110 KM 11 Kulim,benar tidak ada toleransi bahkan perlakuan baik,ramah seperti semboyan Pom Bensin yang Seharusnya sebagai contoh baik kepada masyarakat, eh malah yang tidak sesuai motto pt.Pertamina, indikasi dugaan telah mencurangi dalam bentuk pelayanan serta kemitraan, alhasil malah perlakuan pembatasan membeli BBM jenis bensin tersebut, namun anehnya kalau dilihat warga mengisi pakai jerigen oleh pihak SPBU langsung di sambut lancar,Aneh kan? Pungkas nya.Mfd.

Sementara kegiatan SPBU berjalan Lancar, tanpa adanya teguran pihak PT.Pertamina tersebut,“Kita dibatasi beli bensin pak. Hanya boleh mengisi 35 liter,” kata pihak SPBU, Sambil membentak Sopir kala itu.

karena akan menempuh perjalanan jauh, namun pihak SPBU tetap
bersitegang hanya boleh mengisi bensin 35 liter, namun sayang manager SPBU ketika akan ditemui menghilang, Ujarnya.

Terpantau di lokasi SPBU 14.287.6110 KM 11 Kulim, pembeli pakai jerigen mengaku harus mengeluarkan uang ekstra pada pihak SPBU.

“Satu jerigen 35 liter kami harus bayar tambahan Rp.15 ribu, belum lagi uang kemanan. Kalau tidak bayar lebih maka kita dilarang alasan setoran,” kata salah seorang warga yang membeli pakai jerigen dilkasi sebelumnya,Diminta pihak PT.Pertaminan sebagai badan usaha BUMN dan Aparat Penegak Hukum (APH) Segeralah memproses SPBU Yang Nakal tersebut, Pungkas Nya.

Penulis :”Endy©–Dnst”

(Visited 85 times, 19 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *