Kaget Ternyata Kondisi Indonesia Memprihatinkan Banyak Utangnya

JAKARTA, teropongreformasi.com Kondisi Indonesia dalam sepekan ini menarik untuk dicermati dan diulas. Hal yang menarik  kita awali dengan melihat tingkat kepuasan masyarakat Indonesia terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), lalu tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, utang BUMN dan Kasus Covid-19.

Dimulai dari tingkat kepuasan masyarakat Indonesia terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi. Hasil survei dari Index Politica menunjukkan sebanyak 41,7 persen masyarakat Indonesi menyatakan tidak puas terhadap kinerja Jokowi. Sedangkan 43,4 persen mengatakan puas. Direktur Eksekutif Index Politica, Denny Charter, Minggu (7/2/2021). menjelaskan bahwa jika dirinci survei terhadap kinerja Presiden Jokowi, maka sebanyak 8,6% sangat puas, 33,1% puas, 32,1% tidak puas, sangat tidak puas sebesar 11,3%, dan 14,9% tidak tahu atau tidak menjawab.

Menurut Denny, survei ini dilakukan dengan penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.620 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling. Responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar kurang lebih 1,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan dengan wawancara langsung sampel. Responden survei di antaranya petani/peternak/nelayan, masih sekolah/kuliah, pedagang/wiraswasta, buruh/tukang, taksi online/offline, profesional, pegawai negeri sipil, pensiunan, pegawai swasta, ibu rumah tangga, ojek/supir, dan guru. Selain itu, survei juga memperlihatkan jika penegakan hukum selama pemerintahan Presiden Jokowi, baik sebesar 58,0 persen, buruk 31 persen, tidak tahu 7 persen, sangat buruk 2,5 persen dan sangat baik 1,5 persen Catatan pertumbuhan Ekonomi 2020  Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisnya menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 minus 2,07 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara pada kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi minus 2,19 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2020 diperkirakan minus 2,50 persen (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -3,49 persen yoy. 

Sementara itu Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi ke kisaran -2,6 persen yoy dari kuartal sebelumnya -4,0 persen yoy. tapi meskipun konsumsi masih terkontraksi pada 4Q20, namun  menurut Josua,tidak sedalam kontraksi pada 2Q20.

Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal. Kasus Aktif Covid 19 Indonesia tertinggi di Asia Sampai saat ini, Indonesia telah memasuki bulan ke-11 dalam perang melawan pandemi virus corona. Virus yang bermula di Kota Wuhan, China, itu, dikonfirmasi pertama kali di Indonesia sejak awal Maret 2020. 

Sejak itu, Indonesia belum pernah sekali pun melandaikan kurva kasus virus corona. Bahkan, kasus infeksi Covid-19 justru semakin melonjak sejak memasuki 2021 dengan angka kasus harian yang dilaporkan rata-rata di atas 10.000 kasus.  Seiring lonjakan ini, kasus aktif di Indonesia pun turut meningkat. Hingga Kamis (4/2/2021), Indonesia memiliki kasus aktif sebanyak 174.798 atau 15,6 persen dari kasus konfirmasi yang berjumlah 1.123.105. Angka kasus aktif di Indonesia itu menjadi yang tertinggi di Asia, mengalahkan India, negara dengan kasus Covid-19 paling banyak di Asia dan nomor dua dunia. 

Berdasarkan data Worldometers, India hanya memiliki 153.270 kasus Covid-19 aktif atau 1,4 persen dari total kasus yang berjumlah 10.803.533. Seperti diketahui, India saat ini sedang berada pada tren penurunan kasus Covid-19. Dalam 3 minggu terakhir, sebanyak 47 distrik tidak melaporkan kasus baru dan 251 distrik tidak meporkan kasus kematian.

Di tengah penurunan kasus virus corona, India sejauh ini bahkan telah melakukan vaksinasi sebanyak 4,4 juta dosis. Sementara itu, Iran yang mengonfirmasi kasus sedikit lebih banyak di Indonesia memiliki 153.611 kasus aktif atau 10,5 persen dari kasus konfirmasi.  Di Turki yang telah melaporkan 2.5 juta kasus infeksi, hanya memiliki 86.322 kasus aktif atau 0,3 persen dari keseluruhan kasus.

Awal bulan ini, Turki telah menyuntikkan vaksin dosis pertama kepada 2 juta orang, sejak dimulainya program vaksinasi pada 14 Januari 2021. Turki juga masih memberlakukan jam malam dan pembatasan akhir pekan untuk mengekang penyebaran virus. 

Jumlah rakyat Indonesia yang meninggal akibat Covid 19 Pada 7 Februari 2021 Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah sebanyak 10.827 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 1 juta kasus atau sebanyak 1.157.837 kasus. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 41.526 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Bedasarkan data yang dipublikasikan oleh Satuan Tugas.

Penanganan Covid-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/, kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 10.806 orang. Sehingga total sebanyak 949.990 orang sembuh.

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 163 orang. Sehingga meninggal menjadi 31.556 orang. Jumlah suspek Covid-19 kini sebanyak 76.029 orang. Dan kasus aktif sebanyak 176.291 orang. Saat ini kasus Covid-19 tersebar di 510 kabupaten Kota di 34 Provinsi.

Sebelumnya, sampai dengan kemarin total kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 6 Februari 2021 berjumlah 1.147.010 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 939.184 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 31.393 orang. Hitungan Bloomberg, vaksinasi Covid 19 di Indonesia selesai 10 tahun lagi Perhitungan kalkulator vaksinasi itu dirilis oleh Bloomberg menyebut Vaksinasi Covid-19 di Indonesia baru rampung 10 Tahun Lagi. Hal tersebut lebih Lama dari rata-rata dunia. Sedangkan pandemi di dunia secara global diperkirakan berakhir tujuh tahun lagi. Perhitungan ini, berdasarkan kalkulator vaksinasi yang kini sedang dilakukan di Indonesia.

Perhitungan kalkulator vaksinasi Bloomberg ini dilakukan dengan memperhitungkan jumlah vaksinasi yang dilakukan di masing-masing negara, termasuk Indonesia. Data Bloomberg sendiri mencatat saat ini sudah ada 119 juta dosis vaksin didistribusikan dan disuntikkan ke orang-orang, termasuk di Indonesia. Dari data yang dirilis itu,

Indonesia menempati urutan ke 10 dari negara- negara yang telah melakukan vaksinasi dengan jumlah yang cukup tinggi. Perhitungan 10 tahun tersebut, berdasarkan jumlah vaksinasi harian yang dilakukan di Indonesia. Berdasarkan data itu, per hari Indonesia melakukan vaksinasi sebanyak 60.433 dosis vaksin.

Sedangkan, untuk mencapai herd immunity, vaksinasi harus mencakup 75 persen seluruh penduduk di Indonesia. Adapun, jumlah penduduk di Indonesia saat ini mencapai 267,7 juta. Adapun, jumlah kasus positif di Indonesia telah mencapai 1,134 juta dengan jumlah orang meninggal sebanyak 31.202 orang.

Sementara itu, Israel menjadi negara pertama yang akan segera lepas dari pandemi. Dengan kalkulasi vaksinasi sekarang sudah mencapai 35 persen dari seluruh penduduk. Sedangkan jumlah vaksinasi harian Israel mencapai 135.778 dosis per hari. Utang BUMN tembus 1.682 Trilyun !! Hal lain yang mengejutkan publik dalam pekan ini adalah hutang Badan Usaha Milik Indonesia. Kementerian BUMN mencatat utang perseroan dibawah BMUN mencapai Rp1.682 triliun hingga September 2020.

Utang tersebut didominasi pinjaman pembiayaan pembangunan infrastruktur. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan kesulitan keuangan BUMN, sementara di sisi lainnya, konstruksi sejumlah infrastruktur harus terus dijalankan. Hal itu yang membuat utang BUMN meningkat.

Mengutip dari Okezone, tren kenaikan utang perseroan terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun lalu, kenaikan signifikan terjadi karena BUMN kekurangan dana operasionalnya untuk menggenjot sejumlah program, salah satunya adalah anggaran BUMN Karya untuk pembangunan infrastruktur. Hingga 2020 utang BUMN mencapai Rp1.682 triliun.

Adapun sejumlah utang BUMN yang dihimpun MNC Portal, di antaranya, pertama, PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Per September 2020, total liabilitas atau utang yang harus dibayarkan WSKT sebesar Rp91,86 triliun, terdiri dari utang jangka pendek Rp38,79 triliun dan utang jangka panjang Rp53,07 triliun. Kedua, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III, dimana, utang perseroan mencapai Rp45,3 triliun. Sumber utang berasal dari 23 bank sebesar Rp41,2 triliun dan sisanya dalam bentuk surat utang. Ketiga, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Sejak 2020, KAI memiliki utang sebesar Rp 15,5 triliun. Utang ini beragam, dari utang Rp 1,5 triliun untuk modal kerja, obligasi senilai Rp 4 triliun, utang jangka panjang Rp 10 triliun. Keempat, PT Garuda Indonesia (Persero) mencatat total utang perusahan per 1 Juli 2020 mencapai USD2,21 miliar atau setara Rp32 triliun (Rp14.450 per USD). Utang tersebut terdiri dari utang usaha dan pajak senilai USD905 juta dan pinjaman bank sebesar USDp1,313 miliar. Untuk diketahui, sejak 2020 lalu, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah utang jatuh tempo perusahaan BUMN mencapai Rp 30,35 triliun dari 13 perseroan. Jumlah ini di luar perhitungan MTN, promisory notes, dan juga sukuk (obligasi syariah) korporasi yang juga dicatatkan di KSEI. Dari jumlah itu, obligasi jatuh tempo terbanyak dicatatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI senilai Rp 5,796 triliun, disusul PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Rp 5,372 triliun dan PT Pupuk Indonesia (Persero) senilai Rp 4,086 triliun. Itulah rangkuman kondisi Indonesia dalam sepekan terakhir yang dihimpun Media ini dari sejumlah sumber dan media nasional

Penulis :’Endy©–Dnst”

(Visited 63 times, 15 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *