Bencana Tanah Longsor, Menghantui Pemukiman Warga Desa Ketah Kecamatan Suboh Situbondo

SITUBONDO, teropongreformasi.com – Curah Hujan di Kabupaten Situbondo dengan intensitas yang tinggi di hulu sungai dan merata serta durasi yang lama membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Deluwang, membawa dampak tanah longsor di bantaran wilayah sungai Pekalen Sampean, Rabu (3/2/21).

Desa Ketah Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo adalah desa yang paling parah terkena dampak tanah longsor, namun kejadian tanah longsor ini bukan merupakan untuk yang pertaman kalinya namun tanah longsor susulan pada tanggal 18 Januari 2021.

Penyebab dari bencana tanah longsor ini adalah : 1. erosi terus menerus pada tikungan luar sungai sehingga terjadi gerusan pada dasar tebing dan revetment bronjong yang menyebabkan ketidakstabilan bangunan sehingga terjadi longsor;  2. kondisi tebing rawan longsor karena permukiman padat diatas tebing; 3. hujan intensitas sedang menyebabkan kenaikan debit di hulu dan tanah menjadi jenuh menambah pembebanan di bagian atas.

Walau tidak menimbulkan korban jiwa, namun akibat bencana longsor ini teridentifikasi : 1.Revetment pasangan bronjong di hilir titik longsor rusak berat, kerusakan -+ 150 m;  2. Tebing kritis panjang 150 m tinggi 7 m lebar 4-6 m mengancam areal permukiman +- 34 rumah dan areal pemakaman (beberapa makam sudah ada yang longsor), saat ini kondisinya makin kritis (pemukiman dan makam tepat digaris tebing yg longsor) dikhawatirkan akan membahayakan penduduk jika terjadi longsor susulan, mengingat musim hujan masih berlangsung

Saat ini warga Desa Ketah hanya bisa melakukan penanganan darurat dengan komando pemerintah desa dengan memasang sesek bambu diisi pasir di depan tebing yang longsor untuk penahan tebing sementara, serta telah dibuat alur sungai di sisi sebelah kanan untuk mengalihkan aliran sungai, namun demikian penanganan tersebut tidak dapat mengatasi gerusan di tikungan luar mengingat debit dan kecepatan air relatif tinggi saat terjadi banjir.

Saat tim Media Online Teropong Reformasi ini meliput peristiwa bencana longsor di di Ketah ini salah seorang warga berharap  “ Untuk itu kami mohon kepada Ibu Gubernur Jawa Timur untuk membantu Pembangunan revetment dan krib pada ruas sungai yang longsor dan perbaikan revetment bronjong, serta kami juga mohon untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana longsor tersebut”, pungkasnya. (evan rehmanto)

(Visited 693 times, 24 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *