Bangunan Liar di Atas Bantaran Sungai di Desa Kasemek Kecamatan Tenggarang Bondowoso, Diduga Kuat Menjadi Pemicu Bencana Banjir

BONDOWOSO, Teropongreformasi.com. Bencana banjir yang menerjang di beberapa daerah akhir-akhir ini selain faktor alam, juga ditenggarai disebabkan oleh tangan-tangan jahil yang hanya mementingan kepentingan pribadi di atas segala-galanya dengan mengabaikan kepentingan masyarakat umum.

Bangunan liar di atas bantaran sungai yang berada di Desa Kasemek Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso, terindikasi menjadi  penyumbang terbesar terjadinya bencana banjir yang menerjang beberapa daerah akhir-akhir ini dan juga kerusakan lingkungan yang parah. Selain itu, Sanitasi di Bantaran sungai akan terganggu karena sungai sendiri bukanlah ladang sanitasi yang tepat. Selain itu, masalah terbesar yang sering terjadi akibat adanya bangunan di tepian sungai adalah masalah sampah, terutama sampai rumah tangga yang dibuang di sekitar wilayah Sungai, yang akibatnya menyumbat aliran air dan menjadikan sungai menjadi kotor dan bau serta tidak sehat untuk ditinggali oleh masyarakat, sehingga masyarakat juga mengalami masalah kesehatan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, Sangat Jelas disebutkan pendirianya bangunan di atas bantaran sungai harus mendapat ijin terlebih dahulu dari Dinas Terkait Khusnya Dinas PUPR yang bertanggung jawab terhadap pemberian ijin pendirian bangunan di atas tanah pemerintah.

Tentunya Dinas PUPR dalam mengeluarkan izin sudah didahului oleh Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dimana AMDAL ini adalah suatu kajian mengenai dampak positif dan negatif dari suatu rencana kegiatan / proyek, yang dipakai pemerintah dalam memutuskan apakah suatu kegiatan / proyek Iayak atau tidak Iayak terhadap Iingkungan tersebut.

Berdasarkan pantauan Tim Media Online Teropong Reformasi banyak berdiri bangunan liar diatas bantaran sungai diduga tanpa se ijin dinas PUPR Kabupaten Bondowoso, akibatnya  aliran sungai terganggu, dipinggiran sungai didesa Kesemek Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso.

Padahal di sekitar bantaran sungai sudah jelas di beri Plang yang berisi larangan, berupa larangan mendirikan bangunan di atas bantaran sungai, perlu diketahui oleh kita bersama plang tersebut bukanlah alat pemanis yang dipajang di bantaran sungai, namun plang tersebut tentunya mempunyai kekuatan hukum yang apabila kita tidak menghiraukan apalagi melanggar, tentunya kita telah menentang dan bahkan menantang hukum yang telah dibuat di negara kita tercinta ini.

Jika benar, bangunan yang berdiri di atas bantaran sungai tersebut dilakukan oleh oknum masyarakat tanpa melalui prosedur yang benar (legal), tentunya sudah dapat dipastikan ke depannya oknum masyarakat tersebut akan berhadapan langsung dengan Aparat Penegak Hukum (APH) sebagai konsekuensi atas perbuatan yang telah dilakukan. (Rusdi)

(Visited 102 times, 42 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *