Akhirnya Konflik Berakhir Setelah Komisi III Turun Tangan

SITUBONDO, teropongreformasi.com – Hampir 2 tahun lamanya konflik antara petani sawah dengan petambak CV. Tanjung Mangaran yang beralamat di Desa Tanjung Glugur Kecamatan Mangaran selalu menemui jalan buntu kedua belah pihak bersikeras dengan argumennnya masing masing.

Menurut para petani siapa yang tidak marah kalau drainase atau saluran pembuangan milik petani ditutup tanpa ijin oleh pihak petambak sehingga bisa dipastikan saat musim penghujan air bah akibat hujan menggenangi area persawahan milik petani, dengan begitu tanaman milik petani mati karena terendam air yang mampet karena tidak ada pembuangannya.

Sudah berbagai cara selama ini ditempuh seperti musyawarah dengan pihak petambak yang difasilitasi oleh Desa Tanjung Glugur, namun hasilnya selalu tidak memuaskan pihak petani , karena menurut petani kalau caranya seperti itu terus maka petani tetap akan merugi terus, jelas Didik selaku kordinator para petani.

Pernah Dinas Pertanian dan Kelautan turun ke lokasi, namun hasilnya nihil alias nol besar. Akhirnya ibu Kades Tanjung Glugur ( Hj Arifah ) sebagai penguasa dan pelindung masyarakat menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD (Edy Wahyudi, SE ) akhirnya memutuskan untuk turun lokasi.

Maka Dengan hasil rapat internal komisi III tanggal 1 memutuskan akan mengadakan kunjungan kerja ke CV. Tanjung Mangaran pada hari kamis bersama Dinas Lingkungan Hidup.

Setelah komisi III DPRD Situbondo mengadakan kunjungan kerja di kantor CV. Tanjung Mangaran memutuskan dan memerintahkan kepada yang berwenang CV tersebut untuk membuat atau membuka kembali saluran drainase yang selama ini di tutup oleh pihak tambak, dan pihak tambak tidak ada pilihan lain kecuali menyanggupinya dan minta waktu paling lama satu bulan sejak hari ini dengan membuat perjanjian tertulis di Kantor Desa Tanjung Glugur antara perwakilan petani yang di wakili oleh P. DIDIK selaku petani dan RIZQI wakil CV. Tanjung Mangaran yang disaksikan oleh kepala desa sendiri dan anggota komisi III serta dari Dinas Lingkungan Hidup, maka dengan begitu selesailah persoalan antara petani dan petambak. (mis/van)

(Visited 213 times, 18 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *