PROYEK PENAMBAHAN RUANG GAWAT DARURAT (IGD) DIDUGA ADA KONGKALIKONG PPK, KONSULTAN DAN PIHAK PERUSAHAAN TERHADAP ANGGARAN DAK.+/- Rp. 3,4 Miliar.

SULTENG/BANGGAI, teropongreformasi.com – Terkait Pekerjaan Proyek RSUD untuk Penambahan Ruang Gawat Darurat ( IGD ) yang dikerjakan oleh CV. RUPANY, diduga terkesan lambat seharusnya tepat sasaran dan waktu, pelaksanaan kini dalam hal pengerjaan proyek ini masih saja tetap dilanjutkan walaupun sudah berakhir nya masa kontraknya, pada Selasa (2/02/21)

Pantauan Awak media ini terkait Proyek Fisik RSUD tersebut menghabiskan dana Anggaran kurang lebih -/+Rp.3,4 Miliar dari Sumber Dana ( DAK ) yang mana masa pengerjaannya sudah melewati kontrak yang ada tertanggal 19 Juni s/d 30 Desember 2020. Semuanya ini seharusnya sebagai Warning atas dugaan ketidakmampuan pihak perusahaan dalam pekerjaan Proyek DAK, hingga meminta penambahan waktu dalam Adendum jangka waktu tambahan — Red.

Dalam peliputan di lapangan, Sejak tahap awal proyek ini, indikasi diduga pekerjaannya sudah terlihat jelas di pelaksanaan lapangan ternyata pihak perusahaan tidak serius dalam pengerjaan proyek nya, diduga amburadul terkesan asal jadi saja, disebabkan Bobot dari pekerjaan masih lamban / lambat indikasi dugaan mines alias berkurangnya keseriusan PPK dan pihak Konsultan nya berkordinasi dalam pengawasan pelaksanaan kegiatan proyek tersebut, Sehingga pihak perusahaan mengambil langkah untuk memberhentikan pihak para pekerjanya serta kepala tukang.

Kemudian dilihat dari Segi kemajuan pekerjaan yang baru mencapai 60%. Tanggal 4 januari 2021. ungkap .Yusup, sebagai Mandor. Kami tetap bertanggung Jawab atas penyelesaian pekerjaan ini.

Terkait dengan adanya hal tersebut, ketika dikonfirmasi, Firmansyah sebagai PPK Dari Pihak RSUD terpaksa kami melakukan Adendum Kontrak meminta perpanjangan waktu Atas dasar usulan penyedia jasa dan kajian teknik dari pihak Konsultan Pengawas, per Tgl. 31 Desember 2020 sampai dengan Tgl 4 Pebruari 2021 (36 Hari kalender ) menyangkut Volume yang ada pertanggal 22 Desember 2020 baru mencapai kurang lebih 80,26% Dari hasil, Laporan ( Opname ) konsultan ujarnya PPK.

Diduga yang perlu dipertanyaan kenapa bisa ada nya perbedaan pada bobot pekerjaan dalam perhitungan volume ini. Yusup sebagai mandor mengatakan Volume nya sampai hari ini Tgl. 4 Januari 2021 baru mencapai kurang lebih 60%, makanya saya harus secepatnya melakukan tindakan untuk penambahan pekerja yang utama kepala tukang agar bisa mendongkrak volume yang ada sampai sebulan bisa diselesaikan pekerjaan ini, pungkas nya sambil tersenyum.

Berdasarkan data yang kami terima dari pihak Selaku Konsultan Proyek, Firmansyah dalam perhitungan Bobot ( Volume ) Pekerjaan Sudah mencapai 80,26% terhitung tanggal 22 Desember 2020, telah dicairkan dan Sisa volume berikut nya setelah pekerjaan mencapai sudah terlealisasi 100%. Terkait sisa anggaran yang sudah nyebrang kami sudah gransikan di Bank BPD.

Kemudian dari pada itu ada juga pekerjaan tambah kurang ( CCO ) yang sudah selesai terlaksana tapi tidak terlalu besar. Volume nya”, papar Firman

Diduga dalam Proses pekerjaan proyek DAK, ternyata perhitungan Bobot pekerjaan ada permainan kongkalikong pihak PPK, Konsultan dan kepada CV. RUPANY ada apa ya?

Sehubungan dengan hal ini, maka pihak yang terkait Aparat penegak Hukum yakni. KEJAKSAAN TINGGI SULTENG, Melalui AS.Intel. agar dapat merekomendasikan pada Bidang Intelejen Kejaksaan Negeri Banggai agar melakukan penyelidikan di lapangan terkait kegiatan pelaksanaan pembangunan Fisik berbentuk gedung demi tegak nya suatu aturan dalam pengunaan Barang dan Jasa sesuai Protap UU yang berlaku di NKRI terutama terhadap Sumber Dana Anggaran DAK /+Rp.3,4 Milyaran Tersebut.

Penulis :”Indrawati.S/As/ Endy©/Tim-Red”

(Visited 70 times, 19 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *