Diduga Oknum Perawat di Desa Pangtonggal Kecamatan Proppo Pamekasan Madura melakukan Pemerasan Terhadap Sejumlah Pasien Yang Dirawatnya

PAMEKASAN, teropongreformasi.com – Warga miskin tidak boleh sakit, kalau sudah sakit, biaya sangat mencekik, kira-kira ungkapan itulah yang saat ini pas diberikan kepada masyarakat Desa Pangtonggal Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.

Keresahan masyarakat Pangtonggal Kecamatan Proppo tentu tidak berlebihan, Bidan yang sudah ditugaskan oleh Dinas Kesehatan yang ada di desa tersebut diduga tidak pro aktif (tidak peduli) sehingga masyarakat dengan sangat terpaksa menggunakan Jasa Perawat yang berinisial U untuk melakukan perawatan kesehatan walau harus membayar di luar kewajaran, dan terindikasi kuat dibuat kesempatan dalam kesempitan (pemerasan). ujar warga yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Kasus ini berawal dari seorang warga masyarakat yang sakit karena faktor usia yang sudah sepuh dan kebetulan yang sakit adalah orang tua dari salah satu tim teropongreformasi yang sakit yang menghabiskan 3 infus selama hari dikenakan biaya sebesar Rp 800.000,- malah juga dilaporkan kasus yang sama namun menimpa pada salah satu masyarakat Pangtongal yang lain pada kasus sebelumnya malah dikenakan biaya yang lebih besar lagi yaitu sebesar Rp 1.200.000,-

Perlu digaris bahwa oknum perawat yang juga bekerja di salah satu Puskesmas di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamakeasan ini dalam melaksanakan kegiatan praktek pelayanan kesehatan masih belum mengantongi Ijin Praktek (Ilegal) dan juga masih seorang Honorer.   

Setelah dilakukan konfirmasi dan investigasi yang dilakukan oleh tim teropongreormasi ke salah teman yang kebetulan berprofesi seorang dokter di salah satu Puskesmas di Kecamatan Proppo tersebut, menerangkan “ Jika hanya menghabiskan 3 infus, biaya kontrol selama tiga dan tidak ada penambahan obat dan jasa perawatannya tersebut diperkirakan sebesar Rp 250.000,-“, paparnya.

Akhirnya, semoga informasi ini dapat dijadikan introspeksi bagi semua pihak, khususnya dinas kesehatan terkait demi untuk lebih optimalnya pelayanan kesehatan yang lebih prima di masa mendatang. (ponidi/red)

(Visited 215 times, 21 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *