Kabid Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo adakan Pertemuan 27 Kelompok Tani dan 6 (Enam) Kios Kecamatan Banyuglugur, Hadir juga 2 (dua) Distributor

SITUBONDO, teropongreformasi.com – Kabid Pertanian HASAN HUSNI, Menyampaikan dan menghimbau pada 6 (Enam) kios dan 27 Kelompok Tani se Kecamatan Banyuglugur. Meminta agar harga PUPUK diminta kembalikan harganya dan petani jangan sampai keluhkan harga pupuk.

Kabid Pertanian HASAN HUSNI, meminta sesuai harga HET (Harga Eceran Tertinggi) sudah lumayan. ” Biar para petani tidak keluhkan soal harga pupuk bersubsidi,” Pungkasnya.

Ketua Komisi II DPRD, ABDUL AZIS, Dalam Pertemuan di BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Demung, Kami ucapkan Selamat bagi 27 Kelompok Tani dan 6 Kios di Kecamatan Banyuglugur. Untuk mengemban Amanah yang diberikan Nya. Kami mendapat beberapa keluhan-keluhan Masyarakat bahwa harga pupuk terbang tinggi dan sulit di dapat. Kami awalnya tidak percaya kemudian kami turun kemasyarakat Meskipun hujan kami datangi mereka dan ternyata pupuk bersubsidi apa yang dikeluhkan Masyarakat Harga pupuk memang Tinggi dan sulit didapat. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020, Pupuk bersubsidi di Peruntukan bagi Petani yang telah bergabung dalam Kelompok Tani yang menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK)

” Kami menghimbau Kepada Kios dan Kelompok Tani, agar tidak membebani Petani apalagi harga jagung masih belum pasti berapa?” Imbuhnya.

Hasil kesepakatan bersama dalam pertemuan di BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Pertama : Harga pupuk Urea bersubsidi per 1 Kwintalnya Rp. 225.000 Rb. Ditambah Transpot ke 1. Desa Lubawang Rp. 5000 Rb. 2. Desa Kalianget Rp. 5.000 Rb. 3. Desa Kalisari Rp. 10.000 Rb. 4. Desa Silobanteng Rp. 15.000 Rb. 5. Desa Tepos Rp. 15.000 Rb. 6. Desa Telempong Rp. 10.000 Rb. 7. Desa Banyuglugur Rp. 5.000 Rb
Kedua: Jika masih ada kelompok Tani menjual di atas harga kesepakatan yang wajar telah disepakati bersama, maka siap bertanggung jawab dan siap dikasik sanksi.

SAMDIYONO, Tim Reformasi sekaligus Petani, Keluhkan Tingginya soal harga dan sulitnya Pupuk bersubsidi dari Pemerintah yang di dapat. Saya sebagai PETANI belum pernah mendapatkan PUPUK bersubsidi dari Kelompok Tani.

Harga yang di jual Kelompok Tani Lubawang sebelum ada Pertemuan Rp. 350 Rb. Sampai Rp. 400 Rb. Kami sebagai Masyarakat Petani dan Tim Media Reformasi serta masyarakat sangat keluhkan harga dan sulitnya Pupuk yang akan didapat. (Ref. SAM)

(Visited 203 times, 12 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *