Tragedi Pemuda Bakar Istrinya, di kota Dumai Diam Seribu Bahasa

RIAU/DUMAI, teropongreformasi.com – Tragedi Peristiwa suami bakar istri di Kota Dumai belum menunjukkan perkembangan berarti. Pasalnya, pelaku inisial RS hingga kini belum bisa dimintai keterangan karena baru saja menjalani operasi di salah satu rumah sakit.Selasa(26/01/21)

Pelaku suami bakar istri ini harus diambil tindakan medis karena sebagian badannya mengalami luka bakar. Luka ini berasal dari percikan api saat pelaku berbuat keji kepada korban pada 8 Desember 2020. Lalu
 Peristiwa suami bakar istri di Kota Dumai belum menunjukkan perkembangan berarti. Pasalnya, pelaku inisial RS hingga kini belum bisa dimintai keterangan karena baru saja menjalani operasi di salah satu rumah sakit.

Pelaku suami bakar istri ini harus diambil tindakan medis karena sebagian badannya mengalami luka bakar. Luka ini berasal dari percikan api saat pelaku berbuat keji kepada korban pada 8 Desember 2020.

“Baru kemarin dioperasi, kondisinya baik tapi belum bisa diajak komunikasi,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Dumai Ajun Komisaris Fajri SIK, Selasa siang, 15 Desember 2020.

Fajri menyebut belum bisa memasukkan pelaku ke penjara Polres Kota Dumai. Dia khawatir kalau kondisi pelaku bakal memburuk kalau dipindahkan dari rumah sakit ke sel.

“Masih harus di bawah pemantauan dokter,” ucap Fajri.

Fajri menjelaskan, pihaknya sudah banyak memeriksa saksi dalam kasus ini. Selanjutnya, berkas perkara baru bisa dikirim ke jaksa kalau penyidik sudah memeriksa pelaku.

“Tinggal pelaku saja, untuk mengetahui apa motifnya. Luka bakarnya hampir 50 persen, kulitnya melepuh,” kata Fajri.

Sebelumnya, penyidik menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan berencana karena perbuatan nekatnya kepada korban Rahmi. Dengan pasal tersebut, pelaku terancam hukuman mati.

KRONOLOGIS KEJADIAN TERSEBUT,Disaksikan Adik Korban

Sebagai info Kronologi kejadian,Si pelaku tertangkap oleh warga setelah membakar istri dan warungnya di Jalan Sultan Hasanuddin biasa di sebut jalan ombak persis kejadian pada Simp 4 Lampu Merah, Kota Dumai. Pelaku lalu diserahkan ke polisi agar tidak dihakimi warga yang marah atas perbuatan kejinya.

Kejadian ini disaksikan adik korban, Risa. Saat itu, saksi bersama kakaknya Rahmi tengah membersihkan warung dan bersiap berjualan seperti hari biasa nya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku berang (marah) mendatangi korban dengan membawa obor dan minyak bensin di tangan. Pelaku dengan cepat menyiram bensin ke tubuh korban lalu melempar obor tadi kedalam Warung serta melempar obor bersamaan ke tubuh korban pada saat itu.

Setelah pelaku juga membakar warung spontan percikan api menyala dan mengenai sebagian besar tubuhnya korban berikut pelaku. Adik korban juga terkena jilatan api ketika berusaha menyelamatkan nyawa kakaknya.

Pengakuan Risa,kala itu korban dan suaminya dalam proses perceraian di PN Agama. Hal ini diduga menjadi pemicu kasus suami bakar istri di Kota Dumai akibat tanpa di beti jatah’ karna sudah pisah ranjang, kata, Risa.

Risa sendiri ingin pelaku mendapat hukuman setimpal. Dia ingin nyawa kakaknya dibalas dengan nyawa pelaku, ucap Risa Menangis Pilu.

Untuk Risa sendiri, Fajri menyebut sudah berada di Sumatra Barat. Risa pergi bersama keluarganya untuk memakamkan korban di kampung kelahirannya.

“Selama ini kan adeknya itu tinggal bersama korban, jadi ikut keluarga ke Sumatra Barat usai kejadian ini,” sebut Fajri.

Fajri membenarkan Risa adik korban juga mengalami luka bakar tapi tidak parah. Risa juga sudah diminta keterangan usai kejadian tersebut, lalu pergi ke Sumatra Barat. (E©/Tim-Red)

(Visited 71 times, 18 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *