Hargai Nasionalisme,Yan Christian Warinussy SH ingin mengetuk pintu hati Saudara Drs.Ambroncius Nababan, MM

PAPUA, teropongreformasi.com – Papua Barat, Menurut Yan Christian Warinussy SH ingin mengetuk pintu hati Saudara Drs.Ambroncius Nababan, MM secara pribadi dan saudara se Tanah air Indonesia lainnya tentang keberanekaragaman Suku Bangsa Indonesia tanpa menzholimin sesama Umat beragama sebagai sesuatu yang menguatkan Kebhinekaan Bangsa Indonesia sejak dahulu,Pada Senin(25/01/21)

Bukan memberikan Sikap Contoh yang baik maka ,Saya(TAW) ingin memberi contoh dari pengalaman pribadi saya sebagai salah satu alumni Asrama Mahasiswa Sakura Universitas Cenderawasih (Uncen), Abepura-Jayapura sejak tahun 1984-1991.

Di Asrama Sakura Uncen kami anak2 asli Papua dari Jayapura, Biak, Serui, Manokwari, Nabire, Merauke, Wamena, Fakfak, Kaimana, Sorong maupun Raja Ampat. Kami kala itu bisa hidup berdampingan, makan bersama bahkan tidur sama-sama dengan saudara-saudara kami mahasiswa dari suku Jawa, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Maluku bahkan Timor Timur.

Bahkan pengalaman itu membuat kami akrab dan terus berkomunikasi baik hingga saat ini. Terkadang kamu berdebat dan saling protes, tapi tidak pernah kehilangan akal untuk merespon pandangan saudara atau senior atau junior kami dengan cara-cara rasis. Hasil nyata dari hubungan persaudaraan di Asrama Uncen adalah ada Prof.DR.Murphin Josua Sembiring, kini salah satu anggota perkumpulan Suku Karo Surabaya.

Saya ingat ada Kaka kami bernama Dolly Tobing, dia asli Batak yang sangat baik dan selalu bergabung duduk isap rokok, makan pinang bahkan menyanyi bersama kami adik-adiknya di Adipura ketika itu. Saya juga punya seorang teman sesama anak asrama kini Advokat terkenal di Kota Jayapura yaitu Advokat James Simanjuntak saling menghargai.

Kamu selalu saling menyapa dengan sebutan sobat. Juga Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Papua Janus Pangaribuan. Pergaulan kami 30 an tahun lalu di Asrama memberi bobot kuat dalam kami mengarungi kehidupan profesi masing-masing tapi juga hubungan sosial kemasyarakatan yang begitu kuat dengan berbagai lapisan masyarakat di Tanah Papua bahkan Indonesia dan dunia.

Sehingga emosional kami terjaga dan senantiasa bisa menghindari pernyataan, sikap dan tindakan bahkan perilaku yang bersifat rasis seperti yang saudara Nababan praktekkan kepada adik terkasih saya Natalius Pigay lewat postingan di media sosial facebook Sebagai perbuatan tercela dan menghilangkan Rasa Nasionalisme Pemuda-pemudi Bangsa Indonesia.

Mungkin benar bahwa Pigay sudah berulang kali mengalami hal seperti yang anda lakukan Pak Nababan. Tapi sikap dan cara anda menempatkan foto mantan Komisioner Komnas HAM tersebut dengan foto lain dan disertai kata-kata bernada rasis, itu jelas masuk kategori penghinaan menurut unsur hukum sudah A1.

Pasal 310 KItab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) kita maupun UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sudah memberi batasan hukum yang jelas. Demikian juga di dalam UU No.40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, sudah secara jelas menjadi patokan berperilaku dan bertindak di alam kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Dy Selaku ketua LSM DPD PERINTIS ACEH untuk permohonan maaf Oknum Rasis Pigay Nababan pernyataan anda di media sosial masih belum cukup melepaskan perbuatan unsur-unsur telah melanggar hukum maka di minta pihak(APH) Aparat Penegak Hukum tetap Proses Pelaku penghinaan tersebut,Pintanya,Pihak Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) yang berkedudukan di Manokwari Papua Barat,termasuk dari ungkapan Dy selaku Ketua LSM DPD PERINTIS ACEH tidak terima ada perbedaan dari Sikap Cuitan Akun yang berbau RASIS,Amboroncius Nababan kepada Rasis Pigay yang mengunakan salah satu Akun Cuitan Facebook(FB) dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
Dan para Mahasiswa yang menurut pandangan sosilogis,saya inisial TAW jelas tidak tulus terkait Nasionalis kebangsaan tersebut, kiranya tidak dengan serta merta akan “menghapus” terpaan hukum yang bakal anda jalani. Bahkan tidak membuat Presiden Joko Widodo bergeming untuk “menyingkirkan” anda dari barisan pendukungnya selama ini.

Juga bisa menjadi tolok ukur suatu Partai melalui Kebersamaan, Keberhasilan bagi pemilik Partai politik dimana bila anda berkiprah di parlemen untuk membela masyarakat,Sah saja namun bila kebalikan nya tidak menghargai komitmen partai maka bisa segera di-recall alias (PAW) Pergantian antar Waktu bilamana anda selaku Kader Partai, demi menjaga kebhinekaan yang terus mencari Jati diri menghargai arti BHINEKA TUNGGAL IKA, yang sesungguhnya,dapat diperjuangkan oleh pemerintah Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia.

Bila di lirik secara Kebersaman dalam Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia untuk membangun kebhinekaan Negara ini,perlu menyatukan Sikap Persepsi seperti Sumpah Pemuda terdahulu,Lagi pula sedang dimulai demokrasi wajib dengan baik oleh pasangan Kepemimpinan Negara Super Power Amerika Serikat melalui kabinet Presiden Joe Biden dan Wakilnya Kamala Harris beberapa waktu terakhir ini. (Endy©–Dnst/Tuti)

(Visited 67 times, 16 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *