Warga Desa Dawuan Kecamatan Suboh Tolak Keras Mata Pencaharian di Bantaran Sungai Deluwang Ditutup

Situbondo, teropongreformasi.com – Mata pencaharian warga Desa Dawuan Kecamatan Suboh sebagian besar adalah penambang batu dan pasir di Bantaran Sungai Deluwang sudah dilakukan turun-temurun sejak tahun 1960an sampai sekarang untuk menafkahi istri dan anak-anaknya dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Lahan tambang yang berada di aliran Sungai Daluwang Dawuan ini, masyarakat menggali pasir dan batu secara analisa lingkungan dan dampaknya tidak membahayakan pemukiman dan masyarakat baik saat banjir sekalipun, dimana masyarakat menambang batu dan pasir secara manual (tradisional) karena tidak memakai alat berat yang biasa dilakukan para penambang modern, karena aktivitas penambangan yang dilakukan oleh masyarakat hanya di posisi tengah sungai tidak sampai di tepian sungai atau tebing sungai, “ Malah secara tidak langsung aktivitas mereka telah merawat dan menjaga sungai agar terhindar dari bencana  banjir”,  ungkap dari beberapa warga yang langsung menyampaikan pada tim Teropong Reformasi (TR).

Sementara menurut keterangan dari salah satu Ketua Forum BPD Kecamatan Suboh sekaligus aktifis LSM reformasi Saiful Haq / P. Rafi secara detail menyampaikan bahwa “ Di daerah aliran sungai Deluwang Dawuan ini tidak ada yang namanya penambangan liar dengan alat-alat berat, tapi murni penambang tradisional dari warga setempat di daerah bantaran sungai sebagai penyambung hidup untuk cari makan bersama keluarganya dan itupun penghasilannya bukan hanya untuk makan sebagian juga untuk kesejahteraan masjid”, ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum LSM Reformasi Drs. Suyono, SH., dengan adanya isu penutupan lahan tambang warga Desa Dawuan Kecamatan Suboh di Bantaran Sungai Deluwang Dawuan, langsung melakukan investigasi dan menyisir untuk meninjau lokasi Sungai Deluwang Dawuan sampai di titik tengah sungai.

Dalam investigasi tersebut ternyata apa yang dipermasalahkan, ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sebaiknya warga di sini diayomi dan dilihat dari segi mata pencahariannya, malah patut untuk dibantu, dan ketua umum LSM reformasi yang sekaligus juga sebagai Pemred media online/cetak teropong reformasi menanyakan langsung kepada warga masyarakat di lokasi sungai secara serentak, “ Warga tidak setuju lahan tambangnya ini ditutup, Jika benar-benar ditutup kami beserta anak-anak kami mau makan apa? ”, keluh warga kepada Tim TR. (Buhari Muslim, SH)

(Visited 460 times, 22 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *