LSM Gempur Dampingi Petani Gugat CV. Tanjung Mangaran

Situbondo, Teropongreformasi – Konflik antara para petani sawah yang ada di Desa Tanjung Glugur Kecamatan Mangaran para petani resah lantaran tanaman padi maupun jagung mati / puso akibat tergenang air yang terlalu lama. Tergenangnya air terlebih di saat musim penghujan akibat ditutupnya beberapa pembuangan / drainase oleh CV. Tanjung Mangaran yang bergerak di bidang pertambakan udang yang berlokasi di Desa Tanjung Glugur Kecamatan Mangaran yang juga berdampingan dengan patra petani.
Menurut keterangan P. Didik, salah satu pemilik lahan di sana juga perwakilan para petani yang saat dikonfirmasi didampingi oleh Ketua LSM GEMPUR pimpinan MA Junaidi, S.Pd mengatakan pada kami, dalam beberapa kali tanam jagung dan padi para petani selalu merugi terus akibat lahan sawahnya tergenang air dan tak bisa dibuang, akibat ditutupnya saluran drainase oleh CV TANJUNG MANGARAN. Dan hari ini kamis 14 januari puluhan petani ngeluruk ke Kantor Desa Tanjung Glugur guna minta penyelesaian / mediasi antara para petani dan manajemen tambak Tanjung Mangaran.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain selain para petani sendiri yang di dampingi oleh LSM GEMPUR Kades Tanjung Glugur Hj. Arifah serta dari Tim Kapolsek Mangaran juga hadir di tengah-tengah masyarakat petani tidak lupa perwakilan dari CV Tanjung Mangaran saudara ( Rizqi ) Manajer, dalam sambutannya Bu Kades yang mewakili warganya mengatakan minta pertanggungjawaban sekaligus solusi terbaik agar permasalahan dengan para petani segera selesai, permintaannya petani sederhana yaitu agar dibuatkan saluran pembuangan sebagaimana sebelumnya karena menurutnya dulu tak pernah kebanjiran karena ada pembuangan berupa drainase sejak ada pembangunan tambak drainase di tiga tempat di tutup oleh oleh CV TANJUNG MANGARAN sehingga di saat musim penghujan praktis air menggenang di persawahan dan secara otomatis menggenangi tanaman yang ada di sawah tersebut, namun sangat disayangkan dalam pertemuan tersebut tidak dihasilkan solusi terbaik sehingga tidak menghasilkan apapun hanya kekecewaan yang di rasakan oleh para petani. dalam pertemuan tersebut ketua LSM Gempur JUNAIDI mengatakan tindakan CV TANJUNG MANGARAN menutup beberapa titik pembuangan / drainase milik petani ini merupakan pelanggaran. Milik petani juga milik pemerintah yang dalam hal ini dinas pertanian dan milik dinas PU bina marga. Junaidi mengancam, “Jika tidak ada solusi terbaik untuk para petani maka urusan ini akan diproses lebih lanjut dan akan kami laporkan kepada Pemerintah Daerah juga pihak APH (Aparat Penegak Hukum) sebagai tindakan melawan hukum dengan tuduhan pengrusakan fasilitas umum jelas Bang Jun biasa disapa.

Tidak puas dengan pertemuan tersebut para petani mengajak pihak keamanan dalam hal ini Tim Polsek Mangaran ke lokasi /TKP untuk melihat langsung ditutupnya beberapa saluran pembuangan dan menggenangnya air akibat tidak adanya pembuangan. Itupun saudara Rizqi selaku manajer perusahaan tambak tersebut tidak bergeming sedikitpun dengan argumennya malah terkesan meremehkan malah dengan sengaja menantang kalau tidak puas silahkan pakai jalur hukum kata Rizqi dengan angkuhnya. Namun pihak kepolisian minta dipertemukan langsung dengan pemilik perusahaan untuk dicarikan jalan keluar permasalahan dengan para petani secepatnya dideatline paling lambat dua hari sejak hari ini jelas pihak kepolisian polsek mangaran. ( mis / fan )

(Visited 570 times, 23 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *