Fit tertangkap Polisi gara – gara sebar Berita Bohong

Bondowoso, teropongreformasi.com

Dengan tertangkapnya Fit warga Desa Jambesari, tepatnya di Dusun Karang malang RT 21 RW 05 Kecamatan Jambesari Kabupaten Bondowoso terkait dengan berita Bohong yang sempat meresahkan masyarakat Bondowoso baru lalu akhirnya terungkap sudah bahwa bahwa berita yang di sebarkan benar – benar Bohong karena apa yang di tuduhkan oleh Fit tersebut sudah di jelaskan oleh dr.H.Imron saat press release yang di selenggarakan di Posko Kesehatan ( 18/03/2020 ) bersama dengan Kapolres AKBP Errick Fredriz, Dandim 0822 dan Kalapas II.B Bondowoso.

Di jelaskan oleh Imron bahwa video yang di unggah tersebut adalah langkah sosialisasi pengecekan kesehatan dan kerja bakti dalam rangka antisipasi virus Corona yang dilakukan Polres Bondowoso, Rumah Sakit Bhayangkara, TNI dan instansi lain di terminal Bondowoso, jadi sangat jelas bukan pasien Corona yang di jelaskan fit.

Kapolres Bondowoso, AKBP ERICK FREDRIZ menjelaskan bahwa langkah fit ” Ini menjadi pembelajaran bagi kita semuanya ya, termasuk tersangka. Bahwasannya terhadap berita yang tidak benar atau belum tentu kebenarannya, dilarang untuk disebarkan. Karena mengingat adanya aturan UU ITE yang berlaku,” kata Erick, Rabu (18/3/2020) di posko kesehatan Bondowoso, Jl. Imam Bonjol.

Di jelaskan lagi bahwa akibat perbuatan Fit maka akan terjerat pasal 45a ayat 1, UU Nomor 19 tahun 2016 sebagaimana perubahan atas pasal 45 ayat 2 jo, pasal 28 ayat 1, UU Nomor 11 tahun 2008 jo  pasal 14 ayat 1, 2 jo pasal 15, UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana terkait dengan penyebaran berita bohong. Dengan ancaman hukumannya 6 tahun penjara.

Sementara itu Beberapa aktifis yang menyimak tentang hal ini, di antaranya M. Agam Hafidianto, SH selaku Ketua DPC JPKPN dan Di dukung oleh Dra.Suyono, SH selaku Ketua Umum LSM Reformasi dan Alex seorang pemerhati dan juga Media Tangkap mengatakan secara bersama – sama sangat mendukung langkah Polres Bondowoso yang dengan cepat tanggap menangani permasalahan ini, di katakannya bahwa bentuk dukungan mereka adalah dengan mengapresiasikan pada masyarakat agar lebih bisa tenang dan tidak terpengaruh pada berita apapun yang belum tentu kebenarannya, namun dalam hal ini seyogyanya Pihak yang memahami Hukum ITE dan juga pihak yang memahami tentang Kesehatan agar memberikan sanksi tertulis bukanlah sanksi tahanan mengingat Ibu Fit memiliki Balita apalagi kegiatan yang dilakukan di Terminal harusnya ada Informasi Terbuka dan Sosialiasi minimal adanya Banner dll yang menunjukkan bahwa itu adalah sebuah kegiatan pemerintah khususnya Dinas Kesehatan , tentunya tidak akan terjadi hal – hal yang seperti ini demikian Awamnya masyarakat kita untuk mengetahuinya. (RED)

(Visited 95 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *