Kasus Bansos Ternak 2015 Di angkat lagi, Harus Jalan, Tidak di bawa pada Unsur Politik

Jember, teropongreformasi.com

Kejati Jawa Timur melayangkan surat panggilan kembali kepada mantan Kepala Dinas Pendidikan Bambang Hariono untuk menghadap dan dimintai keterangan pada hari Senin 16 Maret 2020 terkait Kasus Korupsi Bantuan Sosial ( Bansos – red ) ternak tahun 2015.

Bergulirnya kasus Bansos ternak tahun 2015 ini, diapresiasikan juga oleh Ketua DPC JPKPN, Mohammad Agam Hafidiyanto,SH yang juga menjabat sebagai salah satu Dewan Redaksi Media Online Teropong Reformasi untuk meminta penegak hukum agar mengusutnya sampai tuntas dengan akan melayangkan surat khusus pada pihak penegak hukum.

Pada prinsipnya adalah memberikan semangat pada penegak hukum dalam menangani kasus-kasus dugaan korupsi dan hal ini adalah satu hal yang harus dan wajib di jalankan secara serius oleh penegak hukum di Negara Indonesia ini.

Di katakannya lagi bahwa salah satu pelakunya adalah Thoif, Sugiarto dan Ita yang hari ini dilakukan pengusutan ulang saya sangat mendukung kinerja aparat hukum untuk segera mengatasinya, tegas Agam.

Harapannya adalah, dalam pengusutan kasus Bansos ini di keejakan sampai tuntas dan siapapun pelaku-pelaku yang terlibat dalam kasus ini harus legawa. “Harus menerima bila sudah dibuktikan oleh aparat penegak hukum dengan fakta pelanggarannya,” jelasnya.

Meski telah ada pemanggilan dari Kejati kepada Bambang Hariono, Agam tidak bisa memprediksi siapa yang akan dipanggil selanjutnya. Tapi, dirinya ( Agam – Red ) mengingatkan agar orang yang sudah di panggil beberapa waktu lalu dan sebelum-sebelumnya bila terbukti harus siap menerima sangsi hukum.

Agam juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melahirkan spekulasi-spekulasi yang tidak penting, tidak usah di alihkan ke urusan politik sebab kasus Bansos ini memang tugas aparat hukum untuk menjalankan supremasinya sebagai penegak hukum. RED.

(Visited 156 times, 59 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *