Perjalanan Gito, Aktifis LSM Reformasi di Kuta Bali

Denpasar, teropongreformasi.com

Seorang aktifis dan juga pewarta TR, Meyudi Wagiantok atau biasa di panggil Gito, 45 Tahun melakukan perjalanan wisata ke Kuta Bali dengan maksud untuk mendatangi Sebuah Monumen yang sudah mendunia yaitu Monumen Bom Bali atau biasa di katakan sebagai monumen Panca Dunia.

Monumen tersebut sebagai peringatan saat Bom Bali meledak sehingga mengakibatkan meninggalnya 202 jiwa, 88 orang berwarganegara Australia, 38 warga negara Indonesia, 7 warga negara Amerika dan 6 warga negara swedia. Peristiwa pemboman ini lebih dikenal dengan nama bom Bali 1, karena terjadi 2 kali pemboman di Bali.

Di katakannya, bahwa untuk mengenang tragedi ini, pemerintah daerah Bali, membangun sebuah monumen peringatan yang di beri nama Monumen Panca Benua. Dikalangan wisatawan, monumen peringatan tragedi bom Bali 1, lebih terkenal dengan nama Monumen Ground Zero Bali. Setiap tahun pada tanggal 12 Oktober, banyak orang yang datang dari berbagai negara, berkumpul di tempat tugu peringatan bom Bali, untuk mengenang tragedi menyedihkan Bom Bali.

Lokasi pemboman dari bom Bali 1 di jalan Legian Kuta, tepatnya di Paddy’s Pub dan di depan Sari Club. Lokasi dari Paddy’s Pub inilah yang dijadikan sebagai lokasi lokasi monumen ground zero Bali.

Hasil konfirmasi Gito dengan beberapa nara sumber mengatakan bahwa Paddy’s Pub di relokasi keselatan tepat berada di depan monumen Ground Zero Bali. Selain itu namapun berubah menjadi Paddy’s Club dan lebih terkenal dengan nama Paddy’s reload.

Jalan Legian Kuta salah satu pusat kehidupan malam di Bali, di sepanjang pinggir jalan banyak terdapat bar, diskotik, restoran, dan hotel. Hampir setiap malam jalan Legian tidak pernah sepi wisatawan manca negara dan domestik yang gemar akan kehidupan malam. Untuk mengunjungi tugu peringatan bom Bali.

Saat ini tugu peringatan bom Bali telah menjadi sebuah tempat wisata yang banyak menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Antusias wisatawan untuk mengetahui monument Ground Zero Bali sangatlah tinggi, terutama wisatawan mancanegara yang pertama kali wisata di Bali. Di monumen peringatan ini menurut Gito akan melihat nama-nama dari korban dan negara asal dari korban. Tugu peringatan bom Bali, Hasil Konfirmasi Gito pada beberapa nara sumber di lokasi di katakan bahwa tugu tersebut diresmikan pada tanggal 12 Oktober 2004, oleh Bupati Badung yang saat itu dijabat oleh Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi.

Tugu juga di Kuta Bali

Di jelaskan juga bahwa dirinya juga sempat mendatangi lokasi – lokasi indah lainnya di kuta dengan maksud akhir agar bisa di mediakan ke masyarakat sebagai perjalanan wisata yang ada gunanya bagi kita semua.

Gito dengan salah satu tim Keamanan Kuta

Pewarta : Meyyudi Wagiantok

(Visited 89 times, 6 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *