LSM Reformasi Kawal Sengketa Waris Warga Panaguan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan

Pamekasan, teropongreformasi.com

LSM Reformasi, sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial, mengutamakan kepentingan masyarakat atau warga yang sangat membutuhkan bantuannya, terutama dalam keterlibatan masalah Hukum agar lebih bisa mengetahui secara jelas tentang hak dan kewajiban setiap warga Negara Indonesia terhadap Hukum yang berlaku di negara kita.

Seperti yang di adukan oleh Imron, 53 Tahun warga Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo pada LSM Reformasi di kantor dan langsung di terima oleh Ketua Umum LSM Reformasi, Drs.Suyono, SH yang menceritakan tentang keluh kesahnya permasalahan dirinya dan keluarganya yaitu permasalahan Pembagian Waris yang sedikit rumit dan mohon petunjuk pada LSM Reformasi untuk bisa menyelesaikan secara bijak agar tidak ada yang saling di rugikan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Setelah di musyawarahkan akhirnya di putuskan oleh Yono ( Panggilan akrab Ketua Umum LSM Reformasi – Red ) untuk berangkat ke Desa Tempat tinggal Pelapor ( Imron – Red ) yaitu Desa Panaguan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan untuk mengetahui bagaimana kedudukan ahli waris dalam sengketa hak milik atas tanah sekeluarga sebelum atau di upayakan untuk tidak mengangkat Proses tersebut Berperkara di Pengadilan tentang tanah warisan yang dipersengketakan.

Di katakan Yono bahwa hal ini sebenarnya secara yuridis normatif bisa di simpulkan yaitu Pasal 171 KUHPerdata, disebutkan bahwa Hukum waris adalah hukum yang mengatur tentang pemindahan hak pemilikan atas harta peninggalan pewaris kemudian menntukan siapa-siapa yang berhak menjadi ahli waris dan menentukan berapa bagian masing-masing, jelaslah dengan mengacuh pada Hukum Perdata menjelaskan bahwa setiap orang berhak menjadi ahli waris dari setiap harta yang ditinggalkan oleh subyek yang memiliki hubungan hukum yang secara hukum keluarga dan ataupun hukum kekayaan yang notabenenya memiliki hubungan erat di antara pewaris dan ahli waris yang dimaksud, selanjutnya kedudukan tanah warisan dalam sengketa atau perkara di Pengadilan apabila dilihat dari segi kepastian hukum tentunya tanah yang berada dalam status sengketa atau berada dalam keadaan berperkara di Pengadilan tentunya perlu adanya putusan pengadilan yang menetapkan kepemilikan tanah dalam sengketa tersebut. Oleh karena hal tersebut kedudukan tanah dalam status sengketa sangat rentan terjadinya permasalahan-permasalahan yang menimbulkan akibat hukum bagi kedua belah pihak yang bersengketa.

Dari hal tersebut di jelaskan juga bahwa sengketa tanah waris adalah sesuatu yang sangat rawan, perlu pemikiran yang lebih extra agar bisa terselesaikan dengan baik, pasti di awali dengan Tindakan persuasif yaitu musyawarah, hal ini sudah di lalukan dengan langsung melibatkan penyelenggara Negara di tingkat Desa yaitu Kepala Desa Panaguan atau yang biasa di sebut di Pulau Madura dengan nama Kalebun pada tanggal 12 Maret 2020 sekitar jam 10.00 Wib.

Dari hasil musyawarah dengan pihak kalebun ( Kepala Desa – Red ) di peroleh kesepakatan dengan akan mengumpulkan beberapa pihak keluarga Imron, paman indra, 15 Tahun warga Desa Panaguan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan untuk membagi secara adil agar tidak ada yang mwrasa di kecewakan atau di rugikan.

Langkah Tim LSM Reformasi di Lokasi sengketa yang di tangani langaung oleh Yono tersebut juga di dukung oleh seluruh anggota Tim LSM Reformasi sepulau Madura yang dalam hal ini di dampingi langsung oleh Kabiro Media TR dan juga Ketua DPC LSM Reformasi Kabupaten Sumenep, Moh.Sawin ali Basah.

Sampai berita ini di tulis, semua langkah Tim LSM Reformasi benar – benar akan mengawal sampai permasalahan di Pamekasan tersebut seleaai dan di peroleh kemufakatan yang bagus di antara keluarga Ahli waris yang mempermasalahkan tanah atau bagian waris yang di persengketakan.

Pewarta : Sawin ( Kabiro TR Sumenep )

(Visited 252 times, 12 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *