Warga Sidowangi bersumpah pocong di Masjid Babul Muttaqin

Banyuwangi, teropong reformasi.com

Hj. Sahemah Warga Dusun Krajan RT/RW 002/001 Desa Sidowangi kecamatan Wongsorejo Selasa (10/3/ 2020 )siang menggelar sumpah pocong di Masjid Babul Muttaqin setempat yang diduga memiliki ilmu santet

Hadir dalam acara ini forpimka kecamatan Wongsorejo,Pengurus MWC NU wongsorejo serta para tokoh agama dan Masyarakat,

Sumpah pocong adalah sumpah yang dilakukan oleh seseorang dalam keadaan terbalut kain kafan seperti layaknya orang yang telah meninggal dunia (pocong).

Kejadian siang hari ini diawali pada kejadian meninggalnya supennor 53 th. Beberapa hari yang lalu dimana bapak Supennor meninggal dunia. Beredar fitnah meninggalnya disantet oleh Hj Sahema ucap salah satu Warga sekitar

Sebelum proses sumpah pocong dimulai, terlebih dahulu diawali oleh acara sambutan-sambutan dari aparat kepolisian Polsek wongsorejo Akp Kusmin dalam sambutannya Kusmin mengajak kepada semua masyarakat jangan mempercayai bila terjadi sakit langsung kena santet,perksakan ke Puskesdes yang ada di Desa dan yang lepbih penting pasca sumpah pocong kami mengajak pada masyarakat saling menjaga kerukunan bertetangga,dan tidak ada lagi kalimat kalimat saling memfitnah, tuturnya

Selanjutnya sumpah pocong itupun dimulai dengan pembacaan Alfatihah yang dipimpin oleh KH Moch Hayatul Ihsan pengasuh pondok pesantren Miftahul Ulum Bengkak di hadapan Hj Sahema sambil dibungkus kain kafan layaknya orang mati,serta disaksikan oleh Juhari keluarga yang menuduh memiliki ilmu santet.sembari mengikuti ucapan sumpah oleh KH Moch Hayatul Ihsan.

Selama proses sumpah berlangsung, suasana di masjid itu terlihat tegang, hening dan hadirin menyimak kalimat per kalimat yang diucapkan terduga pemilik ilmu santet yang dipandu oleh KH Moch Hayutul Ihsan

Sumpah ini merupakan tradisi lokal yang masih kental menerapkan norma-norma adat dan digelar untuk membuktikan suatu tuduhan atau kasus yang sedikit atau bahkan tidak memiliki bukti sama sekali.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat di Desa sidowangi apabila keterangan atau janjinya yang diucapkan tidak benar, yang bersumpah diyakini mendapat hukuman atau laknat dari Allah SWT. Dan juga sebaliknya,

Di tempat pengambilan sumpah pocong Muansin S.ag kepala desa Sidowangi,menerangkan sebenarnya permasalahan ini sudah diselesaikan di kantor Desa sidowangi,dan sudah tidak ada persoalan lagi namun dari Hj Sahema ngotot tetap minta disumpah pocong dengan alasan biar masyarakat puas tentang hal ini biar tidak menuduh lagi kepada saya,namun saya selaku kepala Desa tidak bisa menghalangi yang penting tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan dan harus kondusif, imbuhnya.

(Kur/trf, Banyuwangi)

(Visited 114 times, 7 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *