Bacalon Bupati Indramayu “Taryadi” perubahan itu bukan hanya ganti pemimpin

.Indramayu-teropongreformasi.com

Bakal calon Bupati Indramayu priode 2020-2025, Taryadi mantan Kades Amis sekaligus Anggota DPRD kabupaten Indramayu komisi dua dari fraksi demokrat, dirinya yakin maju demi perubahan Indramayu dengan mengambil tema Tani.

Bahkan meurutnya perubahan yang hakiki bukan hanya ganti pemimpin atau bupati saja tapi perubahan kepada rakyat juga adalah hal yang terpenting, dengan meningkatkan Indeks Prestasi Manusia ( IPM) indramayu maka dirinya yakin Kabupaten indramayu ke depan akan lebih maju dan sejahtera.

Hal demikian dituturkan Taryadi disela acara Launcing bakal calon bupati dan wakil bupati indramayu, partai koalisi perubahan yakni tiga partai yang tergabung dalam koalisi tersebut yaitu partai Demokrat, PDIP dan PKB bertempat disalah satu hotel kabupaten Indramayu pada Sabtu (29/02/2020), Taryadi menuturkan.

” Untuk merubah indramayu lebih maju hal pertama adalah memperjuangkan hak masyarakat kecil,karena ketika masyarakat kecilnya berubah lebih baik, lebih maju kesejahteraannya itulah yang disebut hakikat daripada perubahan, akar dari perubahan itu adalah kesenjangan artinya kesenjangan dari masyarakat kecil yang selama ini termarginalkan,terpinggirkan kemudian naiklah derajatnya,
Inilah perubahan tertinggi bukan hanya perubahan dari politik warna A jadi warna B, dari penguasa A jadi penguasa B,bukan seperti itu tapi hakiki perubahan sebetulnya titik masalahnya dimana.

Saya berangkat dari bawah dengan moto tani karena saya pikir dengan perubahan dari sistem pertanian di indramayu ini adalah merupakan akar dari pada perubahan sejati, ketika politisi berubah, birokrasi berubah ketika dibawah masyarakat kecilnya petani yang 70-80 persen di indramayu tidak merasakan perubahan baginya adalah perubahan yang hampa, makanya saya mengambil tema Tani, karena saya juga dari petani.

Yang jelas ada keterkaitan antara pertanian yang lemah,padahal kita sumber utama indramayu lumbung padi, pertanian yang tidak maksimal akan berimbas pada kurangya kesejahteraan, berimbas pada indeks prestasi manusia (IPM) bahwa angka pendidikan di indramayu kurang dari kelas 6 SD, berimbas pada petani yang kurang sejahtera sehingga tidak mampu menyekolahkan anaknya.
Ketika pertanian indramayu bangkit dan maju saya rasa akan sejahtera.”Tuturnya

Jani

(Visited 38 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *