Warga Desa Kompak Blokir Jalan Menuju Tambang Galian C

Banyuwangi, teropongreformasi.com

Piuluhan Warga Dusun Guntur, Desa wongsorejo Kecamatan wongsorejo Banyuwangi memblokir jalan dengan menggunakan batubesr untuk menutup separuh badan jalan menuju tambang (Kamis 28 /02/2020)

Mereka bergejolak, lantaran diresahkan dengan adanya aktivitas puluhan truk pengangkut pasir dan batu (sirtu) dari tambang sekitar yang baru beberapa hari hari berlalu lalang di wilayah desa setempat.

Akibat banyak truk yang lewat, jalan yang menjadi akses ekonomi warga sekitar rusak berat. Bahkan akibat banyaknya akivitas truk pengangkut material sirtu tambang ini, sejumlah anak-anak yang mau sekolah ke SMP dan SMK Wongsorejo s hawatir menjadi korban kecelakaan akibat pengendara truk yang kadang ugal ugalan pada saat melintas di jalanan desa.

Keresahan warga ditambah dengan meningkatnya volume truk yang bertonase berat hingga membuat jalan tersebut menjadi rusak apalagi jalan yang baru diperbaiki dengan menggunakan dana desa aspalnya sudah mulai mengelupas dan amblas beberapa ratus meter dan berlubang

“Warga lakukan blokir jalan ini, lantaran kami tak kuat lagi dengan banyaknya truk yang banyak melewati jalan ini,” ucap Agus yang akrap dipanggil Aguk tokoh pemuda Desa Wongsorejo saat di lokasi, siang hari

Dengan banyaknya truk membuat jalan disepanjang desa amburadul, meski pihak tambang pernah mengurug jalan yang rusak itu, dengan urugan sirtu. Tapi tidak membuat jalan tersebut baik, justru bertambah hancur.”Karena tak ada itikad baik untuk memperbaiki jalan ini, warga sepakat menutup jalan bagi truk pengangkut sirtu dari tambang,” paparnya

Warga yang sengaja menutup akses menuju ke areal tambang, karena keberadaan truk pengangkut sirtu juga berdampak buruk bagi kelestarian alam dan lingkungan setempat.”Karena warga bersama pemuda menuntut agar tambang tersebut segera dihentikan atau ditutup, apalagi adanya tambang tak untungkan warga,” ungkapnya.

Alasan warga menolak aktifitas tambang, karena selain mengganggu lingkungan, mulai dari polusi hingga suara truk yang tak kenal siang maupun malam tetap saja truk-truk beroperasi.

Bahkan, warga mengancam akan menutup kegiatan penambangan, kalau pihak perusahaan tambang yang dsydah berizin tetap ngotot beroperasi.

Aksi blokade jalan tersebut tetap akan digelar hingga pihak perusahaan tambang berjanji akan memperbaiki. Apalagi beberapa warga yang berjualan tepat dipinggir jalan, dagangannya banyak terkena debu dari jalan yang dilalui truk bermuatan.”Kami inginkan agar tambang segera ditutup dan tidak ada lagi kegiatan,” imbuhnya

Di tempat yang sama Abdulbakar kepala Desa wongsorejo yang didampingi ketua BPD Suroto Ali Terkait aksi warga ini, sempat bernegosiasi dengan perwakilan warga. Sayangnya kedatangannya tak mampu memutuskan tuntutan warga.”Tuntutan warga akan kami sampaikan kepada pemilik tambang. Saya juga tidak tahu apa-apa dan wewenang didalam usaha penambangan itu,” beber kepala desa

Dengan adanya blokade jalan tersebut, terpaksa truk-truk yang harus melewati jalan yang padat penduduk dan lalulalang anak sekolah akhirnya harus ke luar dengan keadaan kosong
Untung dalam kejadian ini tidak terjadi anarkis

Aksi tersebut berhenti setelah pihak kepolisian dari sektor wongsorejo datang yang dipimpin AKP Kusmin ke tempat pemblokiran jalan sambil memberi arahan pada warga yang ikut memblokir jalan ahirnya sepakat tidak ada kegiatan aktivitas angkutan tambang

(Kur/trf/Banyuwangi)

(Visited 93 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *