DPO Teror Sajam Serahkan Diri ke Polisi

Banyuwangi, teropongreformasi.com

Diduga melakukan teror kepada mantan sekertaris Desa Gintangan kecamatan Blimbingsari Yahya alias Yahyo menghilang dan dinyatakan DPO oleh polisi atau masuk Daftar pencarian orang Polsek Rogojampi ahirnya menyerahkan diri.
Inisial Y tersangka menyerahkan diri ke penyidik Polsek Rogojampi 25 Pebruari 2020 yang di dampingi oleh pengacaranya sebelum menyerahkan diri y sebenarnya sudah masuk daftar pencarian orang oleh Polsek Rogojampi Kompol Agung setyo Budi Kamis 27 Pebruari 2020.siang

Kompol Agung membenarkan pemeriksaan y bermula ketika tersangka yang diduga dalam kondisi mabok alkohol mendatangi rumah mantan sekertaris desa Gintangan Nasta’in dengan salah satu temannya untuk menawarkan sarang lebah tawon yang meminta uang Rp 50 ribu kepada Nasta’in untuk beli bensin mengambil sarang lebah tawon di rajekweai

“Saat itu Nastain (korban) menjawab tidak punya uang. kemudian tersangka berdiri mengeluarkan uang Rp.100 ribu diberikan kepada korban, namun korban menolak,” paparnya.

Saat datang kerumah korban kata Kompol Agung, tersangka berkata sopan, namun tiba-tiba tersangka marah-marah kepada korban membahas pergantian kepala desa. Korban, kata Agung, hanya diam sehingga menyulut emosi tersangka yang kemudian tersangka melempar asbak dan menantang korban berkelahi.

“Tersangka menantang korban berkelahi dan berkata ‘ayo pukul saya jika berani, saya bunuh kamu’. Namun korban hanya diam saja melihat apa yang dilakukan tersangka,” ujar Kapolsek.

Setelah memarahi korban, tersangka diusir warga setempat, namun tak lama kemudian tersangka kembali lagi ke rumah korban dengan marah-marah.

“Tersangka datang kembali ke rumah korban dengan marah-marah karena tawon yang ditawarkan kepada korban seharga Rp. 50 ribu ditawar seharga Rp. 5 ribu. Lalu korban membantah karena korban tidak merasa pernah menawar seharga Rp. 5 ribu,” tambahnya.

Dari situlah, terjadi cekcok antara keduanya. Dan tiba-tiba tersangka mengeluarkan sajam dari dalam bajunya dan mengacungkan pisau tersebut ke arah badan korban. Korban ketakutan dan keluar ke teras rumah.

“Saat itu tersangka juga mendorong badan korban, lalu sebilah pisau tersebut ditusukkan ke badan korban, namun korban berhasil menghindar,” jelasnya.

Cekcok antar keduanya berakhir ketika warga setempat melerai keduanya. Kemudian tersangka pergi bersama rekannya mengendarai sepeda Motor Honda Vario warna putih tanpa plat nomor.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Rogojampi. Setelah menerima laporan tersebut, kala itu kepolisian langsung melakukan pencarian namun tersangka tidak kunjung ditemukan.

Sekedar diketahui, cekcok tersebut sempat diabadikan menggunakan ponsel milik anak korban dengan durasi 50 detik.

(Kur/trf/Banyuwangi)

(Visited 48 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *