RTLH Alas Bayur di Duga Tidak Sesuai RAB, Patut Di Laporkan

Situbondo, teropongreformasi.com

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah suatu program dari pemerintah yang tujuannya untuk memberi bantuan dana pembangunan rumah bagi rakyat miskin. Pemerintah Desa harus memprogramkan tentang berapa anggaran atau dana yang diperlukan untuk memberikan bantuan dana pembangunan rumah.

Dari hal tersebut pemdes harus cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan warganya, terutama tempat tinggal yang setiap harinya di jadikan sebagai awal roda kehidupan mereka, akan tetapi sangat di sayangkan untuk Desa Alas Bayur Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo, cepat tanggapnya Pemdes memang di akui sangat cepat sehingga langsung menerima dana untuk Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni dari DD tahun anggaran 2019, namun sayangnya sifat atau sikap yang kurang terpuji ini di miliki oleh para oknum pejabat Desa Alas Bayur, menggunakan kesempatan agar dompet pribadinya selalu terisi, sementara para penerima manfaat selalu menggigit jari atas nasib yang di terimanya.

Menurut keterangan MHr salah satu aktifis LSM Reformasi hasil investigasinya bersama TIM mengatakan dengan jelas bahwa dugaan Unsur KKN masih saja melintas dalam benak mereka sehingga apa yang di programkan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah selalu tidak mengenai sasaran atau masih saja ada dugaan di selewengkan dan ada dugaan penarikan sebesar Rp 1 juta, selain itu akan ada alasan tertentu selalu di siapkan apabila ada pemeriksaan dari pihak manapun.

Jumlah RTLH yang seharusnya di kerjakan dan di programkan adalah sejumlah 10 unit, akan tetapi sayang sekali untuk sementara yang di kerjakan masih 3 dan itupun di luar prosedur atau di bawah standard sebagai penerima hak.

Di jelaskannya lagi bahwa hal ini akan segera di laporkan pada pihak berwajib agar semua pihak bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya, agar juga mengetahui bahwa proses hukum akan benar – benar di jalankan karena sudah merugikan rakyat dan juga negara, semua itu sangat kuat dugaan di peruntukkan untuk kepentingan pribadi. Buhari Muslim, SH

(Visited 172 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *