Pasar Lajuh Jalan Tembus, Pemkab Sumenep Menutup Mata

Sumenep, teropongreformasi.com

Pasar Lajuh yang terletak di Jalan Tembus Desa Prenduan Dusun Pesisir Kecamatan Peragaan Kabupaten Sumenep menurut beberapa nara sunber sangat sulit untuk mendapatkan Solusi dalam hal penyelesaiannya, pasalnya pasar yang sudah di pakai seķitar puluhan tahun lalu tidak berijin, tanah milik warga sekitar lokasi pasar tersebut mendirikan usaha berdagang atas kemauan diri sendiri, hal ini juga berpengaruh pada masalah retribusi yang tidak pernah di jalankan juga.

Persoalan pasar yang berdiri tanpa ijin tersebut menurut keterangan Hamdi, Salah satu tokoh masyarakat Desa Prenduan ( Mantan Kades Prenduan – Red ) mengatakan bahwa sebenarnya langkah pemkab sudah pernah di lakukan dengan akan membeli pasar yang di bangun pribadi yaitu Haji Akwan warga Prenduan juga, akan tetapi karena terlalu mahal sehingga tidak bisa teratasi hingga sekarang dan seolah – olah di biarkan saja oleh pihak Pemkab Sumenep.

Hasil Investigasi MSAB salah satu Tim Aktifis LSM Reformasi yang juga ikut memantau kejadian ini mengatakan bahwa Pemkab Sumenep seakan – akan menutup mata karena yang di hadapi langsung adalah masyarakat sehingga secara otomatis untuk gangguan – gangguan akibat berdirinya pasar Liar tersebut seperti Gangguan Lalu lintas tidak di indahkan walaupun selama ini memang tidak pernah terjadi kasus kecelakaan lalu lintas di sekitar pasar tersebut, akan tetapi sangat tidak nyaman di pandang oleh mata, suasana kotor dan tidak nyaman sangat terlihat dalam kegiatan pasat tersebut.

Sampai berita ini di tulis pihak Tokoh masyarakat Desa Prenduan juga sangat mengharapkan ada solusi dari Pemkab Sumenep untuk segera mengatasi permasalahan ini, segera membeli tanah yang bisa untuk meminimalisir kekacauan yang terlihat jelas di pasar tersebut, harapannya adalah pihak Pemkab jangan menutup mata dan ada kesan tidak baik, harus bergerak dan segera mengambil tindakan tegas agar pasar lajuh bisa benar – benar menjadi pasar yang baik dan terarah. Sawin

(Visited 83 times, 5 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *