Kacau, Saling Lempar Tanggung Jawab Kepengurusan Sertifikat Massal

.jum’at 21 februari.
Situbondo, teropongreformasi.com puluhan pemohon sertifikat massal di desa curah kalak minta uangnya di kembalikan pasalnya program sertifikat massal yang di pelopori seorang yang bernama Msrr diduga tak bisa menyelesaikan kewajibannya ?
Menurut cerita dari peserta / pemohon sertifikat massal Hairil yang sekaligus sebagai perwakilan pemohon saat bertemu di balai Desa Curah kalak kec. Jangkar mengatakan program pengadaan sertifikat massal ini sudah berjalan 4 tahun sejak masa pemerintahan kades yang lama yaitu sukarwi namun hingga berganti kepemimpinan sampai sekarang tidak kunjung selesai sertifikat massal tersebut bahkan terkesan saling lempar tanggung jawab antara panitia, kordinator dan pihak BPN , bayangkan dari 180 pemohon hanya sekitar 25 pemohon yang sudah selesai dan terbit sertifikat tersebut . Sedang yang lain tak jelas kapan mau di selesaikan katanya hanya di PHP hingga 4 tahun lamanya . Padahal berkas maupun dananya sudah lunas semua yaitu paling kecil 4.5 juta sampai ada yang 15 juta per pemohon . Masih menurut Hairil program sertifikat massal anih dari sejak sosialisasi masalahnya katanya ini pengadaan sertifikat perorangan / pribadi bukan program prona maupun PTSL yang di biayai oleh negara . Namun anehnya ini massal dan kolektif ada panitia segala dari desa dan bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu Bank KSP sebagai pihak yang menalangi dulu biayanya ke BPN . Pemohon tinggal mengangsur alias nyicil sampai lunas. Menurut pihak BPN saat rapat di balai Desa curah kalak mengatakan BPN menerbitkan sertifikat sesuai berkas yang sudah selesai sedang yang belum tidak bisa di proses tergantung panitianya jelas pihak BPN .sedang menurut pihak pemohon berkas semuanya sudah di serahkan ke panitia semua namun anihnya dimana keberadaan berkas para pemohon tersebut ? ternyata usut punya usut berkas banyak yang belum di tanda tagani oleh kades yang lama yaitu sukarwi sampai sekarang jelas hairil selaku pemohon .
Sedang kades yang sekarang Matnaji di minta / di mohon membantu warganya untuk menyelesaikan perkara yang cukup pelik ini . ( mis)

(Visited 21 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *