Cara Ampuh Perhutani Banyuwangi Mencegah Pembalakan Liar

Banyuwangi, teropong reformasi.com

Perum Perhutani dalam rangka mencegah pembalakan liar perhutani terus meningkatkan kemitraan dengan masyarakat melalui program pendekatan sosial untuk mencegah kerugian akibat ulah pembalakan liar atau pencurian kayu yang marak beberapa pekan terakhir terjadi di perhutani Banyuwangi Utara dan Banyuwangi selatan

Agus Santoso ADM perhutani Banyuwangi Utara
Menyampaikan pihaknya akan secara intens melakukan komunikasi sosial serta mengedepankan pembinaan dan pendekatan persuasif dengan masyarakat dan kontroling serta pengawasan warga yang beraktivitas dikawasan hutan

Nantinya setiap petugas Perhutani kita bekali komunikasi sosial kepada masyarakat dan sering-sering melakukan pendekatan ke masyarakat,” kata Agus usai rilis tersangka kasus pencurian kayu di Mapolresta Banyuwangi.

Sepanjang tahun 2017 hingga 2018,

Agus menyebutkan sepanjang tahun 2017 sampai 2018 , masih sering ditemui aksi pencurian kayu di dalam kawasan hutan milik Perhutani yang menyebabkan kerugian untuk negara. Mencapai 10 persen ucapanya

Agus juga mengaku, di tahun tahun berikutnya aksi pembalakan liar dalam kawasan hutan mengalami penurunan. “Akan tetapi, seberapapun harus kita antisipasi,tuturnya

dalam sepekan gabungan kepolisian dan Polhut meringkus sejumlah tersangka yang kedapatan mencuri kayu di dalam kawasan hutan milik Perhutani.

Sementara Petugas Perhutani, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan, Resort Pemangku Hutan (RPH) Pulau Merah, Bagian-bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Sukomade, berhasil mengamankan satu orang terduga melakukan penebangan pohon jati dalam hutan kawasan Perhutani.

Hal yang sama juga terjadi pembalakan liar ditemukan di dalam kawasan hutan petak 66K, RPH Selogiri, BKPH Ketapang, KPH Banyuwangi Utara. Setidaknya, dua orang asal Banyuwangi dan Surabaya ditetapkan sebagai tersangka termasuk barang buktinya,usai kepergok membawa sejumlah potongan kayu dari dalam kawasan hutan tanpa seizin pihak Perhutani.

(Kur/trf/Banyuwangi)

(Visited 83 times, 8 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *