Ketua Umum LSM SITI JENAR Apresiasi Keberhasilan Dirut Pasir putih yang baru. H Yasin Ma’sum.

Situbondo- teropongreformasi.com

Seperti yang kita ketahui Carut marutnya menejemen Perusda pasir putih Situbondo jawa timur dari tahun ketahun menjadi sorotan publik di tahun tahun kemaren. (2016 – 2018)


Sehingga Pasca dilantiknya Dirut Yang baru Haji Yasin maksum di akhir Bulan bulan juni – 2019. Direktur baru (Yasin Maksum) melakukan perombakan total sistem baik di tiket masuk wisata sampai sistem menejemen di hotel dan fasilitas lainnya di dalam kawasan perusda pasir putih situbondo ini.

Menurut Ketua Umum LSM SITI JENAR Eko Febrianto. “Pada Saat Tutup tahun tgl 31 Desember 2019. Perusahaan sudah Surplus 100 jt. Di Brankas Kantor dan juga yang di rekening Perusda pasir putih yg ada di BPR syariah saat ini Berjumlah Rp 822 464 256,15. Berarti Pendapatan 5 bulan Pasca Dirut Baru Dilantik Berkisar 922 juta Lebih dalam kurun waktu 5 bulan pasca Dia dilantik. Saya kira ini sebuah Prestasi dan rekor yg luar biasa. Karena dia (“Dirut Perusda H Yasin Ma’sum”) hanya menjabat 5 bulan saja sisa Hutang perusda dari tahun tahun lalu Lunas keseluruhan dan masih Surplus ini menjadi Rekor Baru Mulai pertama didirikannya perusahaan plat merah ( perusda Pasir putih ) ujar aktivis yang diketahui getol menyikapi Kebijakan dan sistem menejemen 4 Perusda yang ada di kabupaten situbondo ini.

Dilain sisi Saat Direktur Pasir putih yang baru (H Yasin Maksum) saat di wawancarai awak Media beliau menyampaikan Memasuki tahun 2020, Perusda Pasir Putih akan lebih banyak memfokuskan pada upaya2 perbaikan fasilitas untuk membuat pengunjung semakin merasa nyaman. Dampaknya nanti diharapkan bisa menaikkan angka kunjungan wisatawan, selain melalui upaya2 promosi wisata semisal dengan mengadakan beberapa event dan promo menarik.

Tahun 2019, Perusda lebih banyak fokus pada upaya penyelesaian masalah finansial internal perusahaan. Di akhir tahun 2019, Perusda membukukan pendapatan kotor tutup tahun sebesar Rp.836.156.104,- sementara sisa hutang dari Rp.700jt-an per Juli 2019 menjadi tersisa Rp.500jt-an yg tercatat di akhir tahun 2019.

Upaya pelunasan hutang berlanjut di sepanjang Januari 2020. Saat akhir bulan Januari 2020, total hutang tersisa Rp 24jt-an.

Keuangan akhir tahun 2019 tersebut, selain dipakai untuk melunasi sebagian besar hutang, juga dipakai untuk membiayai operasional Desember 2019 yg dibayarkan di Januari 2020 seperti gaji, honor, bonus, service karyawan, biaya listrik, dan kewajiban bulan berjalan lainnya, termasuk alokasi PAD 2019 yg menjadi kewajiban Perusda sebesar Rp.80jt-an (melebihi target RKAP 2019 sebesar Rp.75jt-an).

Dengan posisi keuangan yg cukup untuk membiaya operasional 2 bulan ke depan, selain fokus pada upaya perbaikan dan promosi wisata, Perusda juga akan memberi perhatian pada upaya efisiensi di saat bulan2 sepi pengunjung seperti bulan Februari, Maret, dan April yg akan datang ini pungkas Direktur Perusahaan daerah Pasir putih. H Yasin maksum.ujarnya(sup)

(Visited 162 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *