Bacabup PKB,”Juhadi” Harap Generasi Bangsa Bisa Gali Potensi Jadi Pengusaha Mandiri

Indramayu-teropongreformasi.com

Aspek sudut pandang dalam kehidupan serta sektor perekonomian dikabupaten Indramayu dinilai masih jauh dari Standar penghasilan Rakyat, dilihat dari pokok kebutuhan sehari hari masyarakat indramayu serta banyaknya lulusan Kuliah yang belum bisa bekerja dibidang jurusan kuliahnya.


Seperti yang digagaskan oleh
Bakal calon Bupati Indramayu yang dari partai PKB ini.

Juhadi Muhammad bakal calon bupati (Bacabup) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menganggap bahwa Pengusaha Lebih terhormat dari pada pegawai negeri, ia juga membandingkan pegawai negeri adalah pekerja, sementara pengusaha menciptakan lapangan kerja.

“Menurut saya pegawai negeri ini adalah pekerja, kalau pengusaha adalah menciptakan lapangan pekerjaan, lebih terhormat mana kira – kira pengusaha dengan pegawai negeri? Saya yakin lebih terhormat menjadi pengusaha, menjadi pengusaha pertanian, menjadi pengusaha perikanan, Bagaimana caranya? ya kita semua punya anak kita kuliahkan di pertanian perikanan.” ucapnya saat berpidato pada acara konsolidasi penataan struktur Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-kabupaten Indramayu di hotel handayani pada 8/2/2020.

Ia memandang bahwa Sumber daya Manusia (SDM) di indramayu belum bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA) secara maksimal, masyarakat indramayu belum sejahtera karena masih banyak yang mencari nafkah ke luar negeri, hal ini disebabkan belum didukung oleh SDM yang seimbang.

“4 SDA yang ada di kabupaten Indramayu, pertanian, perikanan kehutanan dan migas yang sangat luar biasa, tapi sampai hari ini masyarakat indramayu masih banyak yang belum sejahtera, kenapa saya katakan masih banyak masyarakat indramayu yang belum sejahtera, karena masih banyak saudara – saudara kita yang mencari makan harus ke luar negeri, padahal SDA kita sangat luar biasa, Kenapa bisa terjadi demikian, karena kita masih belum didukung oleh SDM yang seimbang.” tegasnya.

“Apakah tidak bisa untuk mengelola SDM kita, sungguh sangat bisa, Bagaimana caranya, kita ini adalah wilayah pertanian perikanan tapi anak – anak kita ketika kuliah hanya 0 sekian persen yang kita kuliahkan ke jurusan perikanan pertanian termasuk kehutanan sangat kecil sekali, karena orientasi kita orang tuanya dalam menguliahkan tidak untuk diciptakan sebagai pengusaha – pengusaha, tapi orientasi kita semuanya anak kita kuliah orientasinya menjadi pegawai negeri.” sindirnya.

Jani

(Visited 47 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *