Ditagih Hutang Pembayaran Tanam Pohon dan Bunga, Kades Pabean Ilir Ingkar Janji

Indramayu, teropongreformasi.com

Selasa(04/02/2020)

Satu tahun lebih Kerja keras tak berujung hasil namun yang didapat kecewa, kerja sama antara kedua belah pihak berujung Buntung, seperti yang dirasakan Yayan 44 dirinya sudah menanam pohon bunga Tabebuya sebanyak 660 batang dan pohon jeruk 154 batang, tanaman-tanaman bunga Tabebuya dan jeruk tersebut akan dibayar sesuai perjanjian namun nasib pahit bagi Yayan.

Yayan yang berasal dari desa Penganjang Kecamatan Sindang kabupaten Indramayu Jabar berharap bisa berjalan harmonis saat dengan Kades Pabean Ilir (Nasito) Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu provinsi Jabar.

Berawal dari kerja sama dengan salah satu program Desa, yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 dalam program KBR Kebon Bibit Rakyat yang dicanangkan dan disepakati kedua belah pihak, Yayan menagih janji pembayaran yang sudah ditentukan oleh Nasito pada bulan April 2019 namun janji yang diucapkan Nasito meleset, sehingga Yayan keluhkan ke kecewaanya kepada media pada jumat (24/01/2020)

” saya kecewa dengan kerja sama dengan pa kuwu (kades) pabean ilir Nasito pada perjanjian awal saya akan dibayar setelah anggaran dana desa turun pada bulan april 2019 kemarin namun sampai sekarang belum ada realisasi mas” keluhnya

Yayan juga menambahkan.

Padahal saya hidup bergantung pada penghasilan yang saya tanam lumayan buat makan sehari hari kedepan itupun kalau dibayar mas” imbuhnya.

Saat dimintai keterangan diruang kerjanya terkait keluhan Yayan, pada senin (27/01/2020).

Nasito menuturkan alasan keterlambatan pembayarannya kepada Yayan dan berjanji akan membayar sangkutannya kepada Yayan pada senin(03/02/2020).

” untuk saat sekarang saya masih belum bisa bayar,nanti senin (03/02/2020) depan saja nanti saya usahakan dan sekalian hari ini juga hitung rincian total semuanya.
Ucap Nasito dihadapan Yayan sekaligus menjawab Pertanyaan awak Media.

Ironisnya Janji yang diucapkan Nasito Meleset dan mengecewakan Yayan, jelas terkesan tidak menghargai upaya dan jerih payah rakyat kecil atau petani yang sangat mengharapkan akan komitmen Nasito selaku Kades pabean ilir.

Kini Yayan hanya bisa mengadu dan mengeluh keteman-teman angkatan SMA-nya, Hingga berita ini ditayangkan kedua belah pihak belum ada penyelesaian.

JANI

(Visited 59 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *