Harga Cabai Meroket, membuat Pedagang Berpikir Keras untuk penjualannya

Banyuwangi, teropongreformasi.com

Melambungnya harga cabai membuat para pedagang sayur harus berpikir ekstra agar dagangannya tetap laku terjual, begitu pula bagi ibu rumah tangga yang membutuhkan cabai untuk kebutuhan sehari-hari.

Wiwit (56), pedagang sayur di Pasar Wongsorejo, mengatakan ia memilih untuk mengurangi jumlah stok cabai yang ia ambil.

“Biasanya kalau lagi murah saya ambil sampai 50 kilo ke atas, tapi kalau lagi mahal begini saya hanya ambil 30 kilogram,” jelas Wiwit selasa(28/01/2020).

Bahkan menurut wiwit, dari 3-4 kilogram cabai tidak semuanya dalam kondisi layak.

Ia pun sempat menunjukkan pada awak media sekitar segenggam cabai rawit dalam kondisi busuk.

Ia mengatakan, saat ini jika membeli cabai dalam jumlah banyak pun hanya bisa dijual sebagian saja, sebab sebagian kecil di antaranya dalam kondisi tidak layak.

“Saya juga memilih Beli ke petani langsung ( nempil langsung – red ) mengambil cabai untuk menekan harga cabai yang mencapai tujuh puluh ribu sekarang perkilo gramnya,

Ditempat terpisah H,Saipul pengusaha pengepul cabai asal Desa bengkak Wongsorejo membenrkan kalau harga cabai melambung naikharganya mencapai Rp 70,000 peekilonya

Mahalnya harga cabai ini di sebabkan pasokan cabai dari petani sudah mulai mengurangi, dan mualai banyak yang mati pohon vabainya ditambah dengan keadaan iklim yang berubah sehingga Patani bnyak yang gagal panen,pungkasnya

Hal senada sama dengan apa yang di sampaikan H,Ilyas petani asal desa Bangsring,memang cabai sekarang mahal tapi cabainya petani banyak rusak, memang kalau mahal petani untung sayang cabainya banyak yang terserang hama cacar buah,ucapnya

(Kur/tr/Bwi)

(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *