Perlu di Sorot dan di laporkan, Pekerjaan Proyek Kaduarah Timur Pragaan yang Asal-asalan

Sumenep, teropongreformasi.com

Sebuah pekerjaan apabila di dasari dengan beberapa kepentingan pribadi akan menghasilkan sesuatu yang tidak berguna bagi masyarakat, kalaupun berguna nantinya pasti akan bertahan tidak akan lama sebab pekerjaan yang hanya di kerjakan asal-asalan alias asal jadi dengan bahan yang di duga kurang memadai.

Seperti yang terjadi di Desa Kaduarah Timur, Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, sebuah proyek yang salah satunya terletak di Depan Balai Desa Kaduarah Timur tersebut, di duga bahan tidak memadai dan asal pasang, selain itu tidak ada papan nama dan hal ini sangat jelas melanggar Undang – undang yang berlaku di negara kita tentang keterbukaan pada publik, pernyataan tersebut di sorot atau di simak oleh Hartono salah seorang aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat bersama timnya yang bertugas di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya.

Hartono selaku Penasehat Lembaga Swadaya Masyarakat Reformasi dan juga sebagai Operator Media Teropong Reformasi mengatakan bahwa semua ini harus di tindak lanjuti dengan melaporkan semua hal yang di duga menyimpang dari aturan yang ada, di sebutkan bahwa apabila dari semua itu masih tetap dalam penanganan proyek yang asal – asalan maka sangat riskan sekali kalau pada tahun anggaran berikutnya masih di beri peluang proyek, pasti akan sia – sia dan hanya membuang anggaran Negara demi kepentingan pribadi.

Karena itu menurutnya bahwa semua itu harus segera di laporkan sesuai dengan prosedur yang berlaku di negara kita agar tidak terjadi lagi pada rekanan atau lembaga lain yang selalu nakal dan selalu bermain-main dalam menjalankan Proyek.

Hasil konfirmasi dengan Tuhas, 42 tahun warga Dusun Nunggunung Desa Kaduarah Timur yang mengaku sebagai ketua Pokmas serta menjabat sehari-harinya sebagai Modin Desa Kaduarah Timur mengatakan pada Tim TR bahwa beberapa proyek yang di tanganinya memang tidak ada papan nama, hal ini di katakan karena belum selesai dalam melaksanakan pekerjaan proyek tersebut, dirinya ( Tuhas – Red ) sepertinya juga sangat acuh dengan tugas yang seharusnya di patuhi yaitu tentang keterbukaan pada publik, baik masalah anggaran dan atau tekhnis mengenai pekerjaan yang sedang di jalaninya, karena itu semua yang di lakukan seolah – oleh membiarkan aktifis lembaga dan ataupun yang lainnya apabila akan melaporkan pada pihak yang berwajib.

Sampai berita ini di tulis Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat Reformasi masih tetap akan menindak lanjuti permasalahan ini sampai tuntas agar benar – benar mendapatkan pelajaran tentang tata cara pekerjaan proyek mulai dari awal sampai akhir, bukan hanya untuk kepentingan pribadi.

Pewarta : Sawin

(Visited 47 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *