Drs. Suyono, SH : “Tindakan Bodoh, Ketika Orang Sudah tidak memiliki Pegangan, Kebanyakan akan berbicara Ngawur “

Bondowoso, teropongreformasi.com

Pernyataan tersebut di utarakan oleh Drs.Suyono, SH selaku Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat Reformasi yang berkantor pusat di Kabupaten Situbondo, Dirinya sebenarnya sangat prihatin dengan sikap beberapa aktifis dan atau juga orang – orang lainnya yang ikut menyerang pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan cara mereka masing-masing.

Seperti yang sudah terjadi beberapa waktu lalu terkait Masalah Demo yang di motori oleh beberapa aktifis dan juga para politikus melaksanakan demo yang di namakan demo damai, akan tetapi pada intinya hanya menginginkan turunnya jabatan seorang Sekda dan bahkan mengatakan bahwa Sekda adalah “Makhluk” yang selalu membuat onar di Kabupaten Bondowoso, hal ini menurutnya ( Yono – Red ) sangatlah salah besar, harus di telaah lebih teliti dahulu dari sisi mana titik kesalahannya, apakah itu bukan tambah maju untuk Bondowoso ke depan.

Yang di bicarakan dalam Demo Damai tersebut bukan pada titik substansi permasalahannya, akan tetapi hanya mengatakan bahwa Sekda Adalah makhluk yang selalu membuat onar, membuat tidak tenang pada semua ASN Bondowoso, sedangkan masalah mutasi yang di katakan oleh para orator kalau di simak adalah karena ketidak mengertian terhadap prosedur permasalahan ASN yang saat itu sudah di bahas saat Sekda di undang ke Jakarta untuk klarifikasi tentang laporan dari DPRD Bondowoso.

Mereka tidak tahu dan paham akan hasil dari pertemuan Sekda dan Tim bersama KASN, BAKN dan bahkan dengan Mentri, hasilnya sebenarnya adalah dengan tidak mempermasalahkan itu semuanya, sedangkan yang di permasalahkan hanya satu titik yang ada di Kecamatan Taman Krocok yang hanya kurang dalam waktu beberapa bulan ke depan untuk bisa di angkat sebagai kepala Kecamatan.

Selanjutnya dengan begitu mudah pihak Pemkab Langsung menjadikan yang bersangkutan sebagai PLT Kecamatan Taman krocok dan nanti akan di angkat pada bulan April 2020 sebagai Kepala Kecamatan Definitive sesuai dengan Prosedur, hal ini yang di permasalahkan sebenarnya tidak ada, sangat jelas terlihat bahwa yang mempermasalahkan adalah orang – orang yang tidak mengerti akan titik permasalahan dan juga demi kepentingan diri sendiri.

Menurutnya, yang Lebih aneh dan Gila lagi bahwa ada beberapa rekanan yang ikut andil dalam pelaksanaan Demo tersebut yaitu dengan membiayai jalannya Demo dan rupanya sangat mendukung apabila Sekda Bondowoso tidak duduk lebih lama lagi dalam memangku Jabatannya, hal ini sangatlah bodoh dalam tindakan tersebut, di katakannya bahwa semua yang di lakukan itu juga semacam Bunuh Diri yang berkepanjangan, mestinya menurutnya mereka ( para rekanan – red ) harus independent minimal, tidak dengan tindakan Bodoh yang nantinya akan menghasilkan yang negatif juga.

Ada juga yang mengatakan bahwa Bondowoso juga Defisit anggaran dengan adanya sekda Syaifullah tersebut, inipun sangat aneh dan Bodoh, kenapa tidak di lihat yang sebenarnya, banyak beberapa langkah yang selama ini justru mendapatkan penghargaan koq malah di katakan mundur, Aneh.

Satu contoh yang sangat jelas juga adalah dengan tidak menarik dana bagi siapapun saja yang menjabat sebagai Kepala Dinas, Kepala Kecamatan dan atau yang lainnya, semua berdasar prosedur, kenapa ini justru di permasalahkan ? Karena itu bisa di simpulkan bahwa Orang yang berkata sembarangan dan menginginkan sekda Bondowoso untuk di ganti adalah Tindakan Bodoh serta Tindakan orang yang tidak memiliki pegangan dan Sirnanya ATM yang selama ini sudah terpupuk dengan baik, sampai dengan berita ini di tulis pihak LSM Reformasi dan Tim masih selalu menyimak langkah mereka yang pada intinya akan mementingkan dirinya sendiri dan Golongan, bukan kepentingan masyarakat, hal ini pasti akan di lawannya sesuai dengan Tupoksi sebagai aktifis Lembaga serta salah satu tugasnya sebagai Lawyer.

Pewarta : Wahyu

(Visited 541 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *