Jelang Tahun Baru, Polres Indramayu Berhasil Ringkus 21 Penjahat Ranmor dan Bos Petasan

Indramayu, teropongreformasi.com

Jajaran Reskrim Polres Indramayu Dalam keberhasilannya Tangkap sindikat Ranmor dengan tindakan Curas dan Curat diberbagai Wilayah.

Polres Indramayu gelar Jumpa pers Terkait tertangkapnya 21 (Dua Puluh Satu) tersangka dari berbagai tindak kejahatan dalam cipta kondisi Operasi Lodaya 2019, agenda jumpa pers tersebut bertempat di halaman Mapolres Indramayu, Senin (30/12/2019).

Dalam jumpa Persnya, Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto mengatakan, mereka diamankan dalam kurun waktu satu bulan dengan Lima tindak kejahatan yang berbeda.

Yaitu, Dua orang tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) berinisial NN (39) dan ALP (34).

Sebanyak 7 tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat) berinisial ATP (35), KDM (50), YSF (44), GLN (29), RMT (40), RSM (37), CRT (30).

Sebanyak 6 tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berinisial DRN (37), MDN (40), HLM (20), TMN (19), KFN (30), KYT (24).

Sebanyak 5 tersangka pertolongan jahat atau tadah berinisial SDT (25), SYF (27), TRJ (34), DDN (23), AEP (41).
“Serta satu orang tersangka petasan berinisial SKR (69), dan Dari Dua puluh satu tersangka, Lima orang adalah residivist”, ujarnya ujar AKBP Suhermanto.

Lanjut Suhermanto, Bahkan Sembilan orang tersangka di antaranya dihadiahi timah panas, tujuh orang tersangka ditembak pada kaki bagian kiri, satu tersangka ditembak pada kaki kanan, dan satu tersangka ditembak pada kedua kakinya.

Kapolres Indramayu menyampaikan, mereka ditangkap di 14 (Empat belas) wilayah berbeda, yakni Kecamatan Cantigi, Sukra, Losarang, Indramayu, Gabus Wetan, Bongas, Sindang, Anjatan, Kandanghaur, Lohbener, wilayah Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Subang.

Atas perbuatan tersangka pelaku Curas akan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Sedangkan Tersangka Curat dan Curanmor dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara.

Dan Tersangka pertolongan jahat atau penadah dikenakan Pasal 481 KUHP dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing paling lama 7 dan 4 tahun penjara.

“Sedangkan tersangka petasan kita kenakan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara setinggi-tingginya 20 tahun”. pungkasnya. Warjani

(Visited 30 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *