Kesigapan Lurah Kotakulon, Ambil Langkah Atasi Masalah Lomba Patrol Di Daerahnya

Bondowoso, teropongrefirmasi.com

Lomba Patrol dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad, SAW yang di laksanakan di wilayah Kelurahan Kotakulon baru saja sempat terjadi kesalah pahaman, pasalnya menurut beberapa nara sumber sangat tidak sesuai dengan Juklak Juknis dan TM ( Tehnical Meeting – Red ), andre, 35 tahun warga Kelurahan kotakulon sebagai salah satu saksi yang juga menjadi salah satu pemain mengatakan bahwa pada saat awal tidak boleh menggunakan Genset ( Diesel -Red ) paling tidak harus dengan Accu saja sebagai sumber penerangan dan untuk penggunaan Sound System , dan Sound system tersebut hanya boleh di gunakan untuk penerangan dan Vokalis, Akan tetapi pada kenyataannya hal ini tidak sesuai dengan pengumuman awal yang di keluarkan oleh panitia itu sendiri, setelah akhir penampilan atau perlombaan pihak Juri atau panitia memutuskan Juara 1 di raih oleh RT 31 yang saat itu menggunakan Diesel sehingga bisa menjangkau penerangan dan suara yang maximal, dari inilah timbul kekecewaan dari semua peserta ( RT lainnya – Red ) akhirnya Panitia memutuskan bahwa yang memakai Diesel itu di diskualifikasi, selanjutnya yang di angkat sebagai Juara 1 adalah RT 21 dan 22, pada awalnya RT 31 menerima akan tetapi kemudian tidak menerima, akhirnya RT 31 itupun langsung Protes lagi dengan mendatangi pihak Panitia Lomba di Kantor Kelurahan Kotakulon.
Selanjutnya atas kejadian tersebut Kepala Kelurahan Kotakulon, Bapak Kifli mengumpulkan semua para ketua RT se Kelurahan Kotakulon, hal ini dengan maksud untuk menyikapi kesalah pahaman yang terjadi, maka di ambil keputusan bersama di bawah kebijakannya selaku Kepala Kelurahan Kotakulon, RT 31 di sepakati sebagai Juara Umum, hal ini sesuai dengan keterangan Bapak Kifli yang sempat di konfirmasi tim TR di rumahnya, sementara dirinya juga tidak merasa risih dengan kedatangan tim TR selanjutnya dj katakan bahwa untuk RT 21, 22 sebagai juara 1 dan seterusnya.
” Alhamdulillah semua bisa teratasi dan semuanya sudah bisa memahami, ini gunanya kebersamaan, menyatukan pendapat semua pihak ” ujarnya, di tambahkannya bahwa semua ini juga berkat dukungan warga dan semua Ketua RT se Kelurahan Kotakulon, termasuk Bapak Solimin selaku Ketua RT 23 yang juga sempat memberikan keterangan pada Tim TR saat di konfirmasi di Tempat Tinggalnya.

Di katakan oleh Bapak Solimin bahwa semua ini tidak menitik beratkan pada unsur Menang atau Kalah, akan tetapi di jelaskannya bahwa dengan adanya kegiatan tersebut dirinya sangat bangga dan sangat senang karena warganya, RT 23 seakan-akan begitu bersatu, Guyub Rukun dan menambah keakraban, dirinya sangat berterima kasih kepada semua warganya, RT 23, akan tetapi di lain pihak ada juga yang merasa kecewa karena di rasakan bahwa pihak panitia kurang obyektif dalam menilai penampilan para peserta, kriteria penilaian dari para Juri atau panitia kurang obyektif sehi gga ada juga yang merasa kecewa dan juga merasa malas kalau ada kegiatan seperti itu lagi di Kelurahan Kotakulon. Red/Yit

(Visited 95 times, 11 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *