Berkah bagi Penambang Belerang dan Pelaku Wisata, di bukanya Pendakian Kawah Ijen

Banyuwangi , teropongreformasi

Pembukaan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen disambut baik masyarakat. Pembukaan salah satu wisata andalan Banyuwangi ini dianggap mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat Banyuwangi. Khususnya para penambang belerang dan pelaku wisata.

Selama TWA Kawah Ijen ditutup praktis penambang belerang tidak bisa beraktivitas. Begitu juga dengan pelaku usaha wisata. Pendapatan mereka turun drastis karena banyak wisatawan yang batal berkunjung ke Banyuwangi.

“Diakui atau tidak jika TWA Kawah Ijen ini merupakan magnet wisata di Banyuwangi. Baik mancanegara maupun domestik. Pembukaan kembali TWA Kawah Ijen merupakan berkah bagi Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada teropong reformasi,

Bupati Anas mengaku, selama ini terdapat 150 orang yang menggantungkan hidupnya dari penambangan belerang di TWA Ijen. Belum lagi dengan ribuan pelaku wisata yang berimbas dengan penutupan TWA Kawah Ijen imbas kebakaran.

“Sempat ditutup 18 hari kemarin itu. Sangat berimbas dengan perekonomian warga. Namun kemarin kita telah memberikan tali asih kepada para penambang belerang. Kita harap masyarakat dan wisatawan menjaga Ijen agar tidak terbakar lagi,” pungkasnya.

Salah satu penambang, Ahmad (50) mengaku lega dengan pembukaan kembali TWA Kawah Ijen. Sebelumnya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya mereka harus hutang ke tetangga atau ke warung.

“Selama ditutup, saya sempat jadi buruh tani. Tapi tidak cukup hasilnya. Terpaksa saya hutang ke warung ke tetangga,” ucapnya,

Ahmad, (50), salah seorang penambang belerang asal Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro.

Ditempat terpisah Wisnu Agung Priambodo, (39), salah seorang pemilik home stay mengaku pendapatannya turun signifikan selama dua pekan penutupan TWA Kawah Ijen. Angka penurunan mencapai 50 persen dibanding hari biasanya.pungkasnya

“Semua pelaku wisata sangat merasakan dampak penutupan Ijen. Banyak turis yang menggagalkan kunjungannya ke Banyuwangi karena Ijen ditutup. Tidak hanya wisatawan lokal tapi juga mancanegara,” terangnya.

Dia menyambut baik pembukaan kembali TWA Kawah Ijen untuk kunjungan wisata. Menurutnya, pembukaan ini akan menggerakkan kembali roda ekonomi. Tidak hanya bagi pelaku wisata tapi secara umum masyarakat Banyuwangi.

“Mulai tadi malam sudah banyak orderan yang masuk. Alhamdulillah sudah mulai banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Ijen setelah Ijen dibuka kembali,” ungkap owner Home Stay.

(Kur/tr/bwi)

(Visited 9 times, 4 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *