Eksekusi Tanah membuat tangisan warga Kepiting’ Diekspresi Oleh Budayawan Artis Musik di Pantai BOOM Marina Banyuwangi

Banyuwangi, twropongreformasi.com

Sederetan artis papan atas di pantai boom Marina Banyuwangi memeriahkan gelaran Pentas Peduli Kemanusiaan untuk korban eksekusi lahan Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi.

Pentas Peduli Kemanusiaan tersebut digelar di Pantai Boom pada Jum’at (22/11/2019) mulai pukul 18:30 WIB hingga pukul 22:00 WIB.

Sejumlah artis seperti, Wandra, Nanda Feraro, Wiwin Handayani, Novi Kutwati, Kurnia Dewi, Yuli Astuti, Melinda Varera, Nuke Maya, Leni, Rita, dan Yani, Bagus, Devand, dan lainnya ikut memeriahkan.

Tak hanya itu, penari Gandrung pun ikut memeriahkan acara ini diantaranya Gandrung Temu, Gandrung Supinah, Gandrung Darti, dan Gandrung Sunasih juga hadir menyumbangkan suara emasnya. Sontak, kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, khususnya dari pengunjung Pantai Boom saat itu.

Koordinator aksi, Dista Andiyan, S.Psi menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk empati dan simpati dari kalangan budayawan dan seniman musik terhadap warga Jalan Kepiting, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, yang sedang terkena musibah pasca eksekusi Pengadilan Negeri Banyuwangi.

“Sebenarnya kita tidak melihat dari sisi hukumnya, tapi lebih kepada sisi kemanusiaannya terhadap saudara kita yang saat ini sedang mengalami musibah,” ucapnya

Dengan digelarnya kegiatan seperti ini, Ia berharap dapat memberikan empati mereka lewat orang-orang yang memiliki potensi, seperti seniman-seniman musik yang tergabung dalam PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia), dan ada pula dari Pemuda Hijrah Banyuwangi.

“Mereka semuanya itu menginginkan adanya solusi terbaik dari pemerintah maupun dari pihak lainnya, agar supaya para warga yang rumahnya tergusur segera mendapat tempat tinggal baru, dan anak-anak disitu bisa kembali bersekolah,”

Dalam Pentas Peduli Kemanusian ini, kata Andiyan, juga dilakukan aksi galang dana. Dana yang terkumpul, selanjutnya akan diserahkan kepada masyarakat korban eksekusi.

“Bicara soal nominal berapa dana yang terkumpul, saya yakin mereka (Seniman dan Budayawan) bisa menyumbang lebih banyak. Tetapi disini adalah bagaimana caranya kegiatan ini bisa didengar oleh semua elemen masyarakat, dan harapannya mereka juga bisa merasakan penderitaan saudara kita yang ada di Jalan Kepiting,” ujarnya.

Andiyan menambahkan, kegiatan serupa juga bakal digelar pada Sabtu malam ini (23/11/2019), masih di tempat dan di waktu yang sama. Yang tentunya, kata Andiyan, bakal lebih meriah lagi.

Seperti diberitakan, 46 rumah warga di Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, dieksekusi. Pengadilan Negeri Banyuwangi melakukan eksekusi lahan seluas 2,4 hektar di Jalan Kepiting, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi itu dilakukan setelah RM Suwoyo alias Gatot memenangkan gugatan hingga ke MA. Sesuai dengan putusan MA tanggal 26 Agustus 1999 nomer 2017 K/Pdt/1996 jo Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur 30 Oktober 1995 no 419/Pdt/1995/PT. SBY Jo Putusan Pengadilan Negeri tanggal 15 Desember 1994 nomer 45/Pdt. G/1994/PN.BWI.

(Kur/tr/bwi)

(Visited 19 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *