Momen Hari Pahlawan, Dema Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Serukan Lima Poin Terkait Situasi Nasional Bangsa

Jakarta, teropongreformasi.com

Kamis 14 November 2019, b

Beberapa waktu setelah peringatan Hari Pahlawan Nasional, mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam negeri (UIN) Jakarta melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) melaksanakan Konferensi Pers dalam rangka refleksi Hari Pahlawan Nasional yang ke-74.

Konferensi Pers ini dilaksanakan guna merespon situasi dan kondisi terkini dari bangsa Indonesia, khususnya terkait isu-isu radikalisme, intoleransi, dan Provokasi SARA yang belakangan ini tengah berkembang secara masif di masyarakat.

Pelaksanaan Konferensi Pers ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta terkait situasi kebangsaan yang saat ini tengah dihadapi pemerintah maupun masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Dema, para mahasiswa Fakultas Ushuluddin beserta dengan perwakilan wartawan dari berbagai media.

Dalam pelaksanaannya, Konferensi Pers ini diawali dengan sambutan pembuka sekaligus pengantar dari Ketua Dema FU UIN Jakarta, Muhammad Rizki.

Kemudian, Muhammad Rizki melanjutkan dengan menyerukan poin pertama seruannya, yakni ”Kami Dewan Eksekutif Mahasiswa Ushuluddin menyatakan, yang pertama, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu, pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, sehingga acara tersebut dapat terselenggara dengan aman, tentram dan damai”.
Setelah menyerukan ucapan terima kasih kepada masyarakat, Dema FU UIN Jakarta menyatakan kesiapan untuk menjaga ketertiban umum. ”Kami Dema FU, siap menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat, pasca Pilpres 2019”, ucap Yuka Apryanto, selaku Kabid Departemen Penelitian dan Pengembangan Dema FU.

Poin-poin lanjutan yang diserukan dalam konferensi pers tersebut diantaranya ialah, pernyataan kesiapan Dema FU untuk mengawal segala kebijakan pemerintah, kemudian penolakan keras Dema FU atas segala bentuk radikalisme, intoleransi, terorisme, provokasi SARA dan HOAX karena dapat mengancam kedaulatan NKRI.

Pada akhir sesi, Kabid Dep. Minat dan Bakat, Agung Abdi Negara menutup seruan dengan menyatakan poin terakhir, yakni ”Kami Dema FU berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada aparat TNI dan Polri atas jasanya yang telah mengawal pesta demokrasi, mulai Pemilihan Umum sampai dengan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin”.

Setelah dibacakan keseluruhan poin-poin utama seruan Dema FU UIN Jakarta tersebut, konferensi Pers dilanjutkan dengan tanya jawab media.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Rizki, memberikan jawaban terkait harapan dari pelaksanaan Konferensi Pers ini, ”Dari Konferensi Pers ini, kami berharap dapat menyampaikan kepada masyarakat maupun pemangku kebijakan bahwa Dema FU UIN Jakarta akan terus bersama mengawal bangsa, khususnya dalam merespon isu-isu radikalisme, terorisme, intoleransi dan provokasi SARA”, ungkap Muhammad Rizki saat ditanya salah satu media. RED/GD

(Visited 24 times, 6 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *