Tidak ada kalimat Pengusiran dari Ahli waris

Bu Muryati sekeluarga

Bondowoso, www.teropongreformasi.com

Berita yang sempat viral terkait oknum LSM Gepar yang di sebutkan bahwa telah membantu pengusiran Zaenudin, 48 tahun warga Dusun Sempolan Desa Tlogosari RT 02 dan Sunaryo, 61 Tahun selaku Paman Mertua Zaenudin di katakan imam adalah berita bohong, pasalnya Aktifis LSM Gepar, Imam dan Haji Nurcholis selaku Kepala Desa Tlogosari menjelaskan bahwa Kalimat Pengusiran tersebut hanya di sebutkan sepihak, tidak pernah di ucapkan oleh Kepala Desa dan Imam selaku Aktifis LSM Gepar.

Zaenudin dan istrinya ( Siti Aysah )

Hasil Konfirmasi Awak Media Teropong Reformasi yang langsunv terjun ke lokasi mendapatkan beberapa keterangan dari kedua belah pihak yang intinya adalah perlu di selesaikan kembali secara musyawarah dengan lebih dalam dari berbagai pihak.

Imam ( LSM GEPAR ) dan Topan ( ahli waris )

Zaenudin, 48 tahun saat di temui menjelaskan bahwa Dirinya adalah mantu dari ahli waris juga, sementara Siti Asya, 35 tahun adalah ahli waris langsung dari Bu Jesid ( almarhumah – red ) yang satu saudara dengan Pak Samid ( almarhum-red ) karena itu bisa di pastikan bahwa dirinya adalah salah satu ahli waris yang berhak akan tanah yang di persengketakan itu, sementara saat di tanya bagaimana bisa di pastikan bahwa Bu Jesid almarhumah adalah saudara kandung Pak Samid Almarhum, ternyata tidak bisa menjawab secara pasti.

Haji Nur Holis ( Kades Tlogosari )

Di lain pihak dari keluarga Bu Maryati dan pak Samsuri yang sampai dengan saat ini masih sehat mengatakan bahwa itu semua berdasarkan Kerawangan Desa dan di sebutkan juga sambil menunjukkan silsilah keluarga bahwa Pak Samid almarhum adalah mbah dari semuanya itu, sampai dengan saat ini masih hidup semuanya, selain itu di sebutkan lagi bahwa Sunaryo dan Zaenudin tidak mau untuk di minta pengakuannya sebagai orang yang bukan ahli waris, hanya mengatakan bahwa mereka berasal dari Bu Jesid yang menurut saksi kuat berasal dari Legen ( wilayah Persil sempol – Red ), kemudian numpang di Tanah Haji Hasan salah satu tokoh Masyarakat Tlogosari, selanjutnya pindah lagi ke Tanah Haji Abdurahman yang juga Warga Tlogosari, terakhir pindah ke tanah Pak Samid ( Almarhum – Red ) karena sedikit ada masalah, itupun ada wanti – wanti dari Pak Samid almarhum berdasarkan keterangan Bu Akmina ( salah satu ahli waris yang saha menurutnya – Red )bahwa Bu Tomiya di beri tempat sementara untuk tinggal, selain itu juga di katakan bahwa keturunan Pak Samid sangat banyak, sehingga apabila di butuhkan maka sewaktu – waktu itupun harus sanggup pindah untuk di jadikan tempat tinggal bagi anak cucu pak Samid.

Keterangan senada juga di sampaikan Imam selaku Ketua LSM Gepar dan selaku Kuasa Pendampingan Keluarga Muryati ( Ibu kandung Topan – Red ) mengatakan bahwa semua itu sudah tertata rapi dan apa yang di jelaskan oleh keluarga Pak Samid alamarhum memang begitu adanya, semua ahli waris siap menjadi saksi bahwa tanah itu adalah milik sah Keluarga Kliennya, selain itu tidak ada kalimat pengusiran seperti yang di beritakan oleh beberapa media, ” Baru kali ini saya di konfirmasi oleh media TR, kalau yang lainnya tidak pernah, hanya langsung main tulis ” tegasnya.

Sementara itu Haji Nurcholis yang juga sudah di konfrmasi Awak Media TR juga mengatakan bahwa keterangan Imam di benarkan, tidak ada pengusiran untuk Sunaryo sekeluarga, hanya saja pada saat itu dirinya ( Kepala Desa Tlogosari – Red ) tidak hadir karena ada beberapa kepentingan terkait Masjid Tlogosari yang kebetulan dirinya menjabat sebagai bendahara Masjid tersebut, ” Saya hanya memperoleh informasi dari perangkat Desa Tlogosari yang mengikuti proses pengukuran batas ” ujarnya, di katakan lagi bahwa kegiatan tersebut hanya menentukan batas yang juga ada pernyataan dari Zaenudin mantu keponakan Sunaryo bahwa dirinya ( Zaenudin – Red ) akan minta tambahan batas rumah yang sudah di beli dari keluarga Muryati, setelah itu nanti akan segera mengosongkan Tanah yang di tempati Sunaryo tersebut.

Sampai berita ini di tulis masih akan di benahi kembali terkait pengembalian hak atas tanah antara Bu Muryati dan Sunaryo tersebut, yang jelas pernyataan Pengusiran tidak pernah terucap dari keluarga Muryati, dan Kepala Desa serta Imam selaku Kuasa Pendamping dan yang di inginkan hanya satu bentuk penyelesaian bahwa tanah tersebut adalah tanah sesuai krawangan, atas nama Pak Sadin/ Samid buyut Muryati ( Ibu Kandung Topan – Red ). Yoe

(Visited 8 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *