Ratusan pedagang pasar Tradisional, Unjuk Rasa dihalaman Kantor Pemda Indramayu

Indramayu Teropong Reformasi

Selasa 29/10/2019
Ratusan pedagang pasar tradisional indramayu geruduk kantor pemda indramayu propinsi jawa barat.

Wahyu. Selaku penasehat Asosiasi Pedagang pasar indramayu.

Dalam orasinya meminta pihak pemda bersikap tegas dan segera menutup salah satu Toko sejenis toserba yang bernama Gudang Rabbat karena disinyalir selain mengurangi omset pedagang tokon tersebut juga sudah tidak melewati batas izin usahanya.

Menurut salah satu pedagang pasar Edy (46) saat dilokasi kepada wartawan nedia ini menuturkan ” kami menuntut Pemda PLT Bupati agar pihak pemda ambil sikap tegas dan menutup segera toko Gudang Rabbat karena sudah kadaluarsa perizinannya kurang lebih 3 tahun lalu mas” tuturnya

Melalui Asda Dua ( Asisten Daerah)
Didampingi, Kamsari Kabid GakDa penegak perda Satpol PP.

Jajang sudrajat kepada para pengunjuk rasa menyampaikan dua hal,

Jajang menjelaskan”

Pertama bahwa Pemda tidak tinggal diam Hari ini sedang menghadapi gugatan bagian hukum sedang dibandung terkait gugatan toko cipto atau gudang Rabbat.

Ke Dua. Kami sedang menyusun SOP untuk penutupan toko tersebut, hanya saja yang menandatangani ini yaitu PLT dan PLT ini harus ada izin dari Mendagri, kalau tidak ada kejadian kemarin Bupati bisa, tetapi PLT harus ada izin mendagri dan mudah mudahan bisa ditanda tangani.

Harus ada dasarnya tanda tangan kalau tidak ada tanda tangan tetap tidak berlaku.
Jelasnya.

Mudah mudahan kuasa hukum Pemda sedang mengahadapi gugatan toko cipto dibandung untuk SOP sudah jadi cuman penanda tanganan harus ada izin Mendagri.
Sekali lagi pemerintah tidak tinggal diam. Tegasnya.

Sementara pengunjuk rasa berharap adanya solusi jawaban yang segera disampaikan dan berjanji akan datang kembali lebih banyak pedagang pasar lainnya.

Jani.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *