Walimurid keberatan pungutan untuk pavingisasi Sekolah

Banyuwangi,www.teropongreformasi.com

Komite Sekolah SD Negeri 1 Bimorejo, Wongsorejo memungut uang sumbangan dari wali murid untuk membeli paving Ini dilakukan lantaran halaman sekolah berdebu dan kotor, untuk menunjang proses belajar mengajar siswa.

Kepala sekolah SDN 1 Bimorejo Guru SD Negeri 2 ,, Muajam ,Spd tidak menampik adanya iuran tersebut. Namun menurutnya hal tersebut merupakan inisiatif dari komite sekolah dan dikelola oleh komite sekolah.

“Memang ada, tapi itu kegiatan komite sekolah. Tapi setahu saya sifatnya iuran itu tidak mengikat. Boleh bayar, juga boleh tidak. Apalagi kalau orang tuanya kurang mampu. Tidak ada paksaan,” jelas Muajam,SPd kepada teropong reformasi. Sabtu (26/10/2019).

Menurutnya pula iuran kepada wali murid tersebut telah melalui proses musyawarah.

“Itu murni inisiatif komite sekolah. Mereka sudah mengumpulkan anggota. Bahkan kami pihak sekolah tidak dilibatkan dalam rapat. Berapa uang yang terkumpul kami juga tidak tahu. Karena yang mungut juga pengurus komite bukan kami,” ungkapnya.

Muajam mengklaim bahwa SD Negeri 1 Bimorejo memang kalau halaman sekolah tidak di pasang paving sekolah terlihat kumuh dan kotor , sehingga juga menggu siswa pada saat belajar apalagi ketika musim kemarau dan angin debu masuk ruang kelas ucapnya,

Saat ini murid SDN 1 Bimorejo berjumlah 131 siswa ,total dari kelas satu sampai kelas enam

Sementara itu salah seorang Wali Murid yang tidak mau di sebutkan namanya mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut.

“Kenapa anak-anak murid disuruh kumpul uang Rp300ribu. Bagi saya sebagai wali murid keberatan. Emang gak ada bantuan pemerintah untuk pavingisasi” ujar salah seorang wali murid pada saat di konfirmasi pada jemput anaknya pulang sekolah,
(Kur, teropong reformasi)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *