Jajaran SatReskrim Polres Indramayu, Berhasil Bekuk Pelaku Traficking

Indramayu, www.teropongreformasi.com


Polres Indramayu gelar konferensi pers terkait tertangkapnya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di Wilayah hukum Polres Indramayu.

Konferensi pers tersebut di pimpin langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP H. M. Yoris MY Marzuki, S.iK di halaman Mapolres Indramayu, Jumat (25/10/2019).

Dalam konferensi Persnya Kapolres Indramayu AKBP H. M. Yoris MY Marzuki, S.IK, menjelaskan Modus Operandi  Tersangka DS (25) warga Desa Karangkendal Blok Tunggak Kec. Kapetakan Kabupaten Cirebon, secara perseorangan merekrut CPMI dengan
menjanjikan pekerjaan sebagai Pembantu rumah Tangga di Irbil – Irak secara ilegal dengan iming-iming gaji sebesar Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah), kemudian CPMI diberikan uang cashbon sebagai hutang sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)
dengan syarat harus mau diberangkatkan ke Irak dengan
menggunakan visa Tourist, Korban yang direkrut berinisial CT, (33) warga Desa Tugu Blok Ronggeng Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu dan KUS (39) warga Desa Sambimaya Blok Simbartiba Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu. Jelasnya.

Yoris juga menambahkan.”
Dalam penggrebegan di TKP Jalan Raya Sliyeg Desa Mekargading Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Pada hari Sabtu tanggal 19 Oktober 2019 sekira pukul 23.00 WIB, berhasil kami amankan sebagai barang bukti (BB)

Yaitu Satu unit mobil Toyota Altis Nomor : D 1014 NL. Uang sebesar Rp. 1.808.000,- , Empat buah paspor an. ADELINA, KUSNAENI, ELA HERAWATI, MAIDAH. Dua buku Rekening dan 2 (dua) kartu ATM, Satu buah Buku catatan kasbon, Satu unit Hp merk Samsung Galaxi On8, Delapan lembar bukti penarikan dan trasfer uang, Satu buah koper warna hitam beserta isinya, Satu buah tas punggung warna merah beserta isinya.
Imbuhnya.

Lanjut Yoris”

Adapun
Pasal yang dilanggar tersangka adalah pasal 10 Jo pasal 4 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO); dan atau – pasal 81 UU RI No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja
Migran Indonesia (PPMI), Dan Ancaman hukuman tersangka pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda
paling banyakRp 5.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah)”
Untuk saat ini Tersangka dilakukan Penahanan di Rutan Polres Indramayu untuk proses Penyidikan selanjutnya.
Pungkasnya.

Jani

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *